Home » » PAD Ciamis Berkurang Rp 18 Miliar

PAD Ciamis Berkurang Rp 18 Miliar

Written By yun ciamis on 25 October 2012 | 4:34 PM

Bupati Ciamis didampingi Sekda saat menanggapi penetapan Kab. Pangandaran
ciamiszone.com :
CIAMIS,-  Resminya Kabupaten Pangandaran menjadi daerah otonomi baru sebagai pemekaran dari Kabupaten Ciamis, sudah dipastikan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Ciamis berkurang, berdasarkan perhitungan PAD Ciamis berkurang mencapai Rp18 milyar.

Sebagai kabupaten induk harus memberikan hak-hak atas asset yang ada di 10 kecamatan yang masuk ke wilayah kabupaten baru, selain asset bergerak dan tidak bergerak, mulai dari infrastruktur kantor, kendaraan juga akan dikirim personel untuk melayani masyarakat Pangandaran.

Demikian diungkapkan Bupati Ciamis, H. Engkon Komara didampingi Sekda, H. Herdiat menanggapi ditetapkannya Kab. Pangandaran sebagai daerah otonomi baru yang meliputi 10 kecamatan di wilayah Ciamis Selatan.

“Dari target PAD Kab. Ciamis Rp86 milyar, menurut catatan kita yang masuk dari 10 kecamatan tidak kurang antara Rp17 miliar sampai Rp18 milyar. Hal ini tidak terlalu berpengaruh, apalagi nanti kita dibantu dengan usulan kita ke propinsi dan pusat, Insya Allah kesejahteraan masyarakat daerah baru akan tercapai, karena sebagai daerah induk juga akan lebih fokus memperhatikan daerah otonomi baru,” katanya seraya mengakui, sebelumnya lebih berat karena wilayah Kab. Ciamis cukup luas dengan 36 kecamatan.

Bupati juga menjelaskan, untuk personel di Kab. Pangandaran akan dikirm sebanyak 4.600 PNS untuk memberikan pelayanan di 10 kecamatan, 10 dinas dengan 16 eselon dua yang secara normative akan dicari orang-orang berkemampuan dan senioritas. Terutama untuk para penjabatnya harus orang yang sudah layak menempati posisi-posisi di daerah baru, sesuai kepangkatannya.

“Tidak dipungkiri, selain penugasan langsung bagi jabatan tertentu, kita juga secara manusiawi akan menawarkan kepada mereka yang berdomisili di kabupaten baru. Hal ini dilakukan jangan sampai salah menempatkan orang. Bisa saja masih ada orang selatan yang keberatan karena masih ditempatkan di Ciamis padahal mereka ingin bertugas di daerahnya sendiri,” kata Bupati.

Menyinggung personel yang akan memimpin sementara Kab. Pangandaran sebagai penjabat bupati, diakuinya hal itu merupakan kewenangan Gubernur Jabar.

“Untuk Penjabat Bupati Kab. Pangandaran, tunggu putusan dari Gubernur, kita hanya membuat konsep, saran dan usulan bagi mereka yang sudah memenuhi syarat untuk dipromosikan. Apalagi tahun ini dan tahun depan ada beberapa yang pensiun sehingga harus diusulkan,” katanya. (cZ-1)**

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment



 
ciamiszone | terbit sejak Oktober 2009
Copyright © 2017. ciamiszone.com - All Rights Reserved
Wed Admin nurdanian
Thanks to Creating Website and CaraGampang.Com