Home » » Warga Sambut Hasil Kajian Lapangan Calon Kab. Pangandaran

Warga Sambut Hasil Kajian Lapangan Calon Kab. Pangandaran

Written By yun ciamis on 17 October 2012 | 10:54 PM

PANGANDARAN,- Pasca dilakukan kajian lapangan oleh Dirjen Otda Kemendagri ke wilayah calon Daerah Otonomi Baru (DOB) Pangandaran, warga di daerah calon DOB Pangandaran menyambut gerak laju proses kelahiran kabupaten baru dengan suka cita. Pasalnya berdasarkan kajian lapangan, Tim Pengkaji Lapangan (TPL) merekomendasikan, secara teknis calon DOB Pangandaran telah memenuhi kriteria yang ditetapkan.
Yang lebih membanggakan warga, TPL juga merilis tahapan kerja yang akan dilakoni berkenaan dengan kelahiran Kab. Pangandaran. Yaitu, hasil kajian akan segera dibahas bersama Komisi II DPR RI pada 19 - 23 Oktober, kemudian akan dibawa dalam Sidang Paripurna DPR RI pada 24 Oktober yang akan datang.
Salah seorang warga Kec. Cimerak yang nantinya masuk ke wilayah DOB Pangandaran, Andang (48) merasa bangga dan menantikan kelahiran kabupaten baru yaitu Pangandaran.
"Untuk mengurus akta kelahiran anak ke Ciamis yang jaraknya sekitar 70 km dari tempat tinggal saya, tidak selesai sehari. Setidaknya diperlukan 2 - 3 hari akibat perjalanan yang memakan waktu lama, juga jumlah warga yang dilayani banyak," kata Andang.
Di daerah lain, seperti Ketua PK-KNPI Padaherang. Solihudin SIP justru melihat dari sisi lain dari lahirnya DOB. Jika Kabupaten Pangandaran lahir, maka dia sudah memprediksi bahwa laju pembangunan di wilayah Ciamis Selatan akan lebih maju.
Saat ini, prihatin melihat jalan di wilayah Kecamatan Padaherang seperti jalan yang menuju Desa Maruyungsari, Desa Sukanagara yang sekian lama rusak, namun tak kunjung diperbaiki.
"Saya benar-benar terenyuh ketika melewati jalan ke Desa Maruyungsari (sepanjang 15 km) tidak pernah mendapat bantuan dana pemerintah. Padahal daerah ini sangat potensial untuk dikembangkan menjadi sentra penghasil padi, karena area pesawahan yang sangat luas," katanya.
Sementara warga Pangandaran, Andis Sose juga menyampaikan pandangan serupa dengan warga lainnya, terutama berkiatan dengan pengelolaan kepariwisataan Pangandaran.
Menurut Andis, stakholder yang mengurusi kepariwisataan Pangandaran selama ini, hanya berpikir retribusi pintu masuk kawasan wisata, tanpa berpikir pengembangan kawasan agar kedatangan wisatawan tidak temporal seperti terjadi sekarang.
"Saya sih berharap jika Kab. Pangandaran sudah berdiri sendiri, maka bidang kepariwisataan pun akan lebih baik. Yaitu mendorong masyarakat untuk menciptakan lokasi wisata baru sehingga memberikan dampak ekonomi bagi warga, dan menarik wisatawan untuk setiap saat pergi ke Pangandaran, tidak tergantung momentum," kata Andis.
Ketua Presidium Pembentukan Kab. Pangandaran H. Supratman memahami terhadap antusiasnya warga menyikapi hasil kajian lapangan ke DOB Pangandaran, yang menurutnya, warga pantas bersuka-cita, karena berita tentang tahapan pemekaran yang berubah-ubah secara dinamis.
"Kami sangat memahami antusias masyarakat menyikapi informasi dan tahapan pemekaran Kab. Pangandaran yang sering kali berubah-ubah, seperti rencana sidang paripurna sejak Juli 2012, lalu. Namun tahapan pemekaran seperti sekarang patut disyukuri, karena menunjukkan progres yang mendekati kenyataan," kata Supratman. (Jerry)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment



 
ciamiszone | terbit sejak Oktober 2009
Copyright © 2017. ciamiszone.com - All Rights Reserved
Wed Admin nurdanian
Thanks to Creating Website and CaraGampang.Com