Home » » Dukun Penggandaan Uang Jadi Tahanan Luar

Dukun Penggandaan Uang Jadi Tahanan Luar

Written By yun ciamis on 26 November 2012 | 7:11 PM

ciamiszone.com :
CIAMIS,- Seorang dukun penggandaan uang yang ditangkap jajaran Sat Reskrim Polres Ciamis, H. Agus Sutarsa alias Oo (60) warga Dusun Sindang RT 6/8  Desa/Kec. Rancah Kab. Ciamis kini bisa bisa menghirup udara bebas setelah Polres Ciamis menetapkan dirinya sebagai tahanan luar, padahal beberapa waktu lalu dia ditangkap berdasarkan laporan salah seorang korbannya, Heri Budiman (40) warga  Lebak Lipung, Desa Imbanagara, Kec. /Kab. Ciamis yang merasa dirugikan mencapai Rp300 juta.

Laporan teranggal 12 Nopember 2012 itu memang ditindaklanjuti pihak Polres Ciamis dengan melakukan penangkapan terhadap tersangka di rumahnya, namun setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka kini menjadi tahanan luar.

Heri melaporkan tersangka karena merasa tertipu setelah sejak 2008 menyerahkan uang senilai Rp300 juta secara bertahap dengan harapan sang dukun bisa menggandakan uang mencapai Rp7 miliar.

“Sebelumnya pada tahun 2008 saya menemui H. Agus meminta bantuannya untuk memperlancar usaha saya, tapi saya malah terbujuk rayuannya yang mengaku bisa menarik uang ghaib mencapai miliaran rupiah,” kata Heri seraya menjelaskan dengan Rp300 juta bisa menghasilkan Rp7 milyar secara ghaib.

Namun setelah sekian tahun berlalu dirinya memenuhi berbagai persyaratan yang diminta dari mulai harus membeli ayam cemani (ayam hitam), minyak dan menyerahan uang Rp40 juta, sampai dihitung-hitung sudah mencapai Rp300 juta diserahkan kepada sang Dukun, tapi kenyataannya untuk mendapatkan uang miliaran rupiah tidak kunjung terbukti.

“Katanya proses penarikan uang ghaib itu cukup lama, jadi saya tetap bersabar sejak tahun 2008, dan sering menanyakan kapan penarikan dilakukan sesuai janjinya dari Rp300 juta tersebut bisa menjadi Rp7 milyar, tapi tidak kunjung terbukti, akhirnya saya sadar ini terjadi penipuan dan saya pun lapor ke polisi,” kata Heri.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP Shohet, SH, MH kepada wartawan membenarkan pihaknya menerima laporan Heri Budiman sebagai korban kasus penipuan dan penggelapan.

Menurut Kasat Reskrim, pihaknya sudah menindaklanjuti laporan tersebut, bahkan tersnagka sudah ditangkap dan diperiksa.

Dijelaskannya, dari hasil pemeriksaan memang dukun tersebut telah melakukan penipuan terhadap Heri,  dari pengakuan korban sudah menyerahkan uang mencapai Rp300 juta di rumah tersangka namun proses serahterimanya tidak seluruhnya menggunakan kuitansi, setiap penyerahan uang jumlahnya pun bervariasi Rp40 juta sampai puluhan juta lainnya.

“Sementara pengakuan tersangka, dirinya hanya menerima Rp40 juta dari Heri. Dengan kasus ini kami menindaklanjutinya sesuai proses hukum atas laporan satu korban, meski kami juga tahu ada sekitar empat korban lagi namun tidak mau melapor,” kata Sohet.

Dijelaskan juga, modus yang dilakukan tersangka yaitu mengaku dirinya bisa menarik uang secara ghaib, untuk menariknya tersangka meminta sejumlah uang kepada korban dengan alasan untuk membeli sejumlah persyaratan seperti ayam camani (ayam hitam), minyak dan yang lainnya.  

Namun yang terjadi, sejak 2008 ternyata janji sang dukun tidak terbukti, dan korban pun melaporkan sang dukun ke polisi. Atas perbuatannya sang dukun pun kasusnya dikenakan pasal 378 Jo 372 tentang penggelapan dengan ancaman hukumuman empat tahun penjara. (cZ-01)*

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment



 
ciamiszone | terbit sejak Oktober 2009
Copyright © 2017. ciamiszone.com - All Rights Reserved
Wed Admin nurdanian
Thanks to Creating Website and CaraGampang.Com