Home » » Penyu Hijau Terdampar di Pangandaran

Penyu Hijau Terdampar di Pangandaran

Written By yun ciamis on 14 November 2012 | 3:24 PM

ciamiszone.com :
PANGANDARAN,- Warga Pangandaran berbondong-bondong menuju kawasan Bulak Setra untuk melihat dua bangkai penyu hijau yang diduga mati akibat pencemaran limbah minyak dan terkena racun akibat makan bangkai ikan.

Penemuan dua ekor binatang yang mampu berumur hingga seratus tahun yang kini populasinya semakin menyusut itu, merupakan penemuan pertama kalinya di kawasan Pantai Pangandaran, Rabu (14/11/12) sehingga banyak warga yang penasaran ingin melihat langsung binatang langka yang dilindungi itu.

“Ini merupakan penemuan bangkai penyu pertama. Pada bangkai penyu yang besar tidak begitu tampak bekas minyak, sebaliknya pada tempurung penyu yang berukuran kecil terlihat mengkilap akibat kena minyak mentah,” kata Umron, warga Desa Babakan Pangandaran.

Ia juga mengatakan, sebelum terbawa ombak ke tepi Pantai Bulak Setra, penyu tersebut sudah mati beberapa hari sebelumnya. hal itu ditandai dengan mulai menebar bau bangkai, juga pada bagian leher sudah membengkak. Diperkirakan kematian penyu hijau besar tersebut akibat keracunan setelah sebelumnya binatang tersebut makan bangkai ikan.

“Kematian penyu yang besar itu mungkin karena makan ikan busuk yang dibuang nelayan. Memang ada nelayan yang membuang ikan ke laut karena kondisinya membusuk sebelum sampai di pantai. Sedangkan penyu kecil, kemungkinan akibat terkena pencemaran limbah minyak mentah. Sebenarnya perlu penelitian untuk memastikan kematian penyu tersebut," ujarnya.

Bangkai penyu hijau yang berukuran besar memiliki karapas atau tempurung panjang sekitar satu meter, dengan berat sekitar 30 kilogram, diperkirakan berumur sepuluh tahun. Sedangkan bangkai penyu hijau lainnya berukuran lebih kecil, sekitar empat puluh sentimeter. Pada bagian karapas penyu yang diperkirakan baru berumur antara empat atau tahun ditemukan bekas cairan minyak, yang diduga minyak mentah.

Kedua bangkai penyu tersebut kali pertama ditemukan oleh Iwa Suganda, salah seorang aktivis lingkungan di Bulak Setra, Pangandaran. Pada dinihari tadi, saat itu ia bermaksud melakukan pemantauan pohon mangrove atau bakau yang sebelumnya ditanam.

“Saat itu saya sedang menuju kawasan konservasi mangrove, namun di perjalanan tercium bau bangkai yang ternyata dari penyu yang sudah mati. Ada dua satu berukuran besar dan kecil,” ungkap Iwa yang juga pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) itu.

Kepala BKSDA Pangandaran, Yana kepada ciamiszone di kantornya mengakui, dirinya tidak mengetahui adanya dua penyu hijau yang dilindungi itu terdampar.

“Saya tidak mengetahui terdamparnya penyu di Bulak Setra, saya juga baru tahu dari wartawan, biasanya nelayan suka memberikan informasi jika ditemukan hal-hal seperti itu,” katanya. (Jerry)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment



 
ciamiszone | terbit sejak Oktober 2009
Copyright © 2017. ciamiszone.com - All Rights Reserved
Wed Admin nurdanian
Thanks to Creating Website and CaraGampang.Com