Home » » Sosialisasi Pengawasan Orang Asing dan Pembuatan Paspor

Sosialisasi Pengawasan Orang Asing dan Pembuatan Paspor

Written By yun ciamis on 26 November 2012 | 7:42 PM

ciamiszone.com :
PANGANDARAN,- Jawatan Imigrasi sebagai lembaga dalam struktur kenegaraan merupaka organisasi vital sesuai dengan sasanti Bhumi Pura Wira Wibawa yang berarti penjaga pintu gerbang negara yang berwibawa, sejak ditetapkan Menteri Kehakiman Republik Indonesia maka saat itulah tugas dan fungsi keimigrasian di Indonesia dijalankan oleh Jawatan Imigrasi yang kini menjadi Direktorat Jenderal Imigrasi yang berada dibawah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenhkumham) Republik Indonesia.

Kantor Imigrasi Tasikmalaya bekerjasama dengan Pemkab Ciamis, khususnya wilayah Kec. Pangandaran menyelenggarakan sosialisasi tentang keimigrasian, diantaranya dalam hal koordinasi pengawasan orang asing (Sipora) dan sosialisasi pembuatan paspor (SPRI) di Aula Hotel Krisna Pangandaran, Senin (26/11/12).

Hadir dalam acara tersebut, Muspika Pangandaran wakil dari Disbudpar, Dishub, Rukun Nelayan, Balawista, Himpunan Pemandu Indonesia, OP3 dan tokoh masyarakat Pangandaran.

Kantor keimigrasian bersama-sama dengan berbagai pihak khususnya di wilayah Kec. Pangandaran  mencegah adanya turis asing yang tidak melengkapi identitasnya, begitu juga dengan para imigran gelap yang tidak memiliki paspor.

Menurut petugas dari Kantor Imigrasi Tasikmalaya,m Teguh Setiadi S,os di damping Darmunansyah, orang asing yang masuk ke wilayah Indonesia harus bisa memberikan keuntungan nilai positif.

“Orang asing yang tidak menguntungkan itu seperti kehadiran imigran gelap. Selama satu tahun ini kami sudah menangani tujuh kasus imigran gelap yang akan menyebrang ke Australia,” katanya.

Menurut Teguh, untuk pembuatan paspor biasa dengan 48 halaman yang baru dan untuk pengganti paspor yang rusak karena bencana alam masing-masing dikenakan biaya Rp270 ribu. Sedanhgkan untuk paspor pengganti yang hilang karena kelalaian Rp.470 ribu, paspor biasa 24 halaman yang baru dan untuk pengganti yang hilang karena bencana alam Rp120 ribu, yang hilang karena kelalaian Rp.170 ribu.
”Untuk pembuatan ijin tinggal harus dua minggu sebelumnya, dan bila ijin tinggal sudah melewat batas waktu akan dikenakan denda Rp60 ribu per hari untuk orang asing di Indonesia,” tambahnya. (Jerry)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment



 
ciamiszone | terbit sejak Oktober 2009
Copyright © 2017. ciamiszone.com - All Rights Reserved
Wed Admin nurdanian
Thanks to Creating Website and CaraGampang.Com