Home » » Diingkari, Warga Siap Tempuh Jalur Hukum

Diingkari, Warga Siap Tempuh Jalur Hukum

Written By yun ciamis on 10 December 2012 | 5:02 PM

ciamiszone.com :


CIAMIS,- Warga RW 13 Desa Imbanagara Kec. Ciamis siap menempuh jalur hukum jika rekanan atas nama PT. Putra Kencana mengingkari janjinya untuk memberikan kompensasi kepada warga atas tindakannya melakukan pengerjaan galian pipa air baku PDAM Tirta Galuh Ciamis di kawasan Bangsawit, Imbagara tanpa ada sosialisasi sehingga warga merasa dirugikan.

“Rekanan atas nama PT Putra Kencana sudah menandatangani kesepakatan diatas materai akan memberikan kompensasi senilai Rp 59,6 juta untuk 15 rumah warga yang saat itu merasa dirugikan karena selain akses jalan menuju rumahnya tertutup, juga akibat pengerjaan proyek itu usaha mereka berhenti, bahkan diantaranya ada bangunan rumahnya rusak akibat dampak dari galian,” kata Aep Saefudin, MH yang mewakili 15 warga tersebut.

Langkah jalur hukum, menurut Aep, akan ditempuh jika hari ini kesepakatan tidak direalisasikan, sebab dalam surat kesepakatan yang dibuat pada 19 Nopember 2012 itu, ditegaskan rekanan akan memberikan kompensasi yang dibayarkan paling lambat Senin, 10 Desember 2012.

“Jadi hari ini adalah batas waktu terakhir rekanan untuk merealisasikan kompensasi terhadap warga, jika tidak masih sesuai surat kesepakatan, yaitu akan dilanjutkan ke jalur hukum,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Desa Imbagara, Dadang, yang mengakui dirinya sebagai pihak yang ikut menandatangani surat kesepakatan itu bersama Kapolsek Ciamis dan Babinsa, merasa bertanggungjawab terus melakukan koordinasi dengan pihak rekanan atau pun dengan pihak penanggungjawab proyek dalam hal ini pihak BBWS.

“Selama ini tidak pernah ada komunikasi dengan pihak rekanan yang akan memberikan kompensasi, yang ada justru dengan pihak BBWS yang diwakili penanggungjawab proyek yang terus berkomunikasi. Bahkan info terkhir tadi jam 14.30 dananya baru terkumpul setengahnya, tunggu saja sampai jam 17.00,” kata Dadang.

Menurut Dadang, pihaknya sebagai kepala desa selalu mendapat pertanyaan dari warga tentang kompensasi, sehingga berharap kepada rekanan segera merealisaiskannya agar tidak ada lagi gejolak di masyarakat yang berujung akan menghalangi kelancaran proyek APBN senuilai miliaran rupiah itu. (cZ-01)*


Share this article :

0 komentar:

Post a Comment



 
ciamiszone | terbit sejak Oktober 2009
Copyright © 2017. ciamiszone.com - All Rights Reserved
Wed Admin nurdanian
Thanks to Creating Website and CaraGampang.Com