Home » » Koalisi Mahasiswa Tolak Calon Ber-Roh Orba

Koalisi Mahasiswa Tolak Calon Ber-Roh Orba

Written By yun ciamis on 16 July 2013 | 4:39 PM

ciamiszone.com :
CIAMIS,- Sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Koalisi Pemuda Mahasiswa Penyelamat Ciamis (KPMPC) menolak Pilkada Ciamis 2013 diwarnai dengan calon yang mempunyai roh Orde Baru (Orba), karena mereka menilai rezim Orba sudah terbukti menganut sistem pemerintahan yang jahat sehingga sangat membahayakan terhadap kalangsungan jalannya pemerintahan.

Koordinator Lapangan Aksi KPMPC, Daniar Rachmanjani menegaskan, statement pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati, H. Iing Syam Arifin dan Jeje Wiradinata yang diusung oleh tiga partai besar (Partai Golkar, PDIP dan PPP) dengan sebutan “Sajiwa” yang menyatakan dirinya sebagai pasangan Koalisi Orba dikhawatirkan akan melakukan praktek-praktek KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) sebagai mana yang dilakukan pada rezim Orde Baru.

“Kami khawatir dengan pengakuan ‘Sajiwa’ adalah pasangan dari partai  Orba maka proses Pilkada Ciamis tidak akan berjalan jujur beresensi terbuka, tapi akan dikotori oleh praktek-praktek manipuilatif, curang dan adanya pemaksaan terhadap massa calon pemilih sebagaimana sistem Pemilu yang dilakukan rezim Orba dimasa lalu,” kata Daniar, Selasa (16/07/13).

Dalam kesempatan tersebut, koalisi mahasiswa meminta KPU agar dalam proses verifikasi calon bupati dan wakilnya untuk Pilkada Ciamis tidak hanya melihat aspek administrasi dan kesehatan saja, tetapi harus proaktif menyeleksi calon agar tidak memiliki mental jahat dan menganut sistem jahat seperti dimasa Orba.

Usai mendatangi kantor KPUD Ciamis, massa KPMPC melanjutkan aksinya mendatangi kantor DPRD Ciamis. Karena tidak satu pun anggota DPRD yang menerima, massa hanya melakukan orasi di halaman DPRD dan tidak berselang lama mereka membubarkan diri.

Sementara Ketua KPU Ciamis, Kikim Tarkim, S.Ag, M.Si mengatakan, sejak awal KPU berpijak pada aturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga dalam pemahaman KPU untuk menlaksanakan Pilkada tidak mengenal Orde Baru, Orde Lama atau pun masa Reformasi. Yang ada adalah calon diusung atau didukung oleh partai peserta Pemilu 2009.


“Jadi itu bukan kewenangan dan ranah KPU, masalah mental calon semua sudah melalui tahapan di partai masing-masing yang mengusungnya. Kami normatif-normatif saja dan menjalankan tugas sebagai pelaksana Pilkada sesuai aturan dan adminitrasi yang berlaku,” kata Kikim. (Agus)*

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment



 
ciamiszone | terbit sejak Oktober 2009
Copyright © 2018. ciamiszone.com - All Rights Reserved
Wed Admin nurdanian
Thanks to Creating Website and CaraGampang.Com