Home » » Kampanye Di Mesjid, Caleg Bisa Dicoret

Kampanye Di Mesjid, Caleg Bisa Dicoret

Written By yun ciamis on 21 October 2013 | 5:22 PM

ciamiszone.com :
CIAMIS,- Hati-Hati kepada para calon anggota legislative yang akan melakukan kampanye, karena jika saja melanggar UU, Panwaslu tidak akan segan-segan untuk memberikan rekomendasi ke KPU agar caleg bersangkutan dicoret dari daftar pencalegan. Terutama mereka yang melakukan kampanye di dalam mesjid.

Hal itu diungkapkan Anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kab,. Ciamis, Agus Patah Hidayat di Kantor KPU, usai mengikuti sosialisasi Keptusan KPU Kab. Ciamis, Senin (21/10/13).

Menurut Agus, melakukan kampanye di dalam mesjid merupakan pelanggaran berat terhadap UU No. 8 Tahun 2012 tentang Pemilu dan sanksinya pun berat, yaitu bisa dicoret dari daftar pencalonan.

“Kami tidak akan segan-segan, jika sudah dikaji di Panwas dan hal itu memang terjadi, maka kami akan mengajukan rekomendasi ke KPU agar nama calon tersebut dicoret dari daftar pencalonannya,” tegas Agus.

Selain itu Agus juga mengingatkan kepada parpol dan caleg agar dalam kampanyenya mengikuti aturan yang sudah ditetapkan, seperti pemasangan alat peraga kampanye.

Menurut Agus, pemasangan alat peraga kampanye sudah diatur dalam Keputusan KPU Kab. Ciamis No. 16 yang intinya alat peraga dapat ditempatkan pada wilayah kampanye selain tempat ibadah, RSU atau tempat pelayanan kesehatan, gedung milik pemerintah, lembaga pendidikan, jalan protocol, jalan bebas hambatan, sarana dan prasarana publik, taman dan pepohonan.  

Hal itu dibenarkan Ketua KPU Kab. Ciamis, Kikim Tarkim, S.Ag, M.Si yang menjelaskan, setiap baliho, bendera dan umbul-umbul  hanya dapat dipasang oleh parpol pada zona yang ditetapkan oleh KPU. Sementara spanduk dapat dipasang oleh parpol dan caleg dengan ukuran maksimal 1,5 x 7 meter sebanyak satu unit pada satu wilayah di seluruh desa/kelurahan.

Dijelaskan Kikim, alat peraga kampanye juga boleh dipasang diluar zona atau wilayah yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan atau Kept. KPU No.16 tapi harus mempertimbangkan etika, estetika, kebersihan dan keindahan sesuai ketentuan dan harus seijin pemilik tempat perseorangan atau badan swasta.

Kikim juga mengakui, jika ada caleg yang melanggar aturan dan direkomendasikan oleh Panwaslu untuk dicoret maka pihaknya akan mengkaji dulu bentuk pelanggarannya.

“Kami akan kaji bentuk pelanggarannya seperti apa, berdasarkan bukti-bukti yang jelas. Jika terbukti dan benar, kami pun tidak akan segan mencoretnya,” kata Kikim. (cZ-01)*

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment



 
ciamiszone | terbit sejak Oktober 2009
Copyright © 2017. ciamiszone.com - All Rights Reserved
Wed Admin nurdanian
Thanks to Creating Website and CaraGampang.Com