Home » , » Investor Tidak Akan Memaksakan Kehendak

Investor Tidak Akan Memaksakan Kehendak

Written By yun ciamis on 12 December 2013 | 9:41 PM

ciamiszone.com :
PANGANDARAN,- Menanggapi aksi demonstrasi ratusan warga Padaherang yang menolak pembangunan pabrik semen dan pengambilan bahan bakunya dari wilayah setempat, invertor semen yang juga pemilik saham, Kunto Sanjono menyatakan, penolakan warga terhadap pembangunan pabrik merupakan kewajaran yang biasa dan pihak tidak akan memaksakan kehendak.

Dijelaskannya, masyarakat jangan kuatir terhadap dampak pembangunan pabrik, justru banyak keuntungan dengan berdirinya pabrik terutama bagi lingkungan setempat, bahkan dalam operasionalnya juga akan menurunkan alat-alat canggih.

“Untuk warga sekitar, nantinya kami akan membangun fasilitas kesehatan, tapi jikia warga masih menolak, kami tidak akan memaksakan kehendak,” tegasnya, Kamis (12/12/13).

Sementara dalam aksi tersebut, Pemkab Pangandaran dituntut agar memperhatikan segala bentuk penambangan di wilayah eksplorasi kawasan Padaherang dan Kalipucang, selain itu, Pemkab juga dituntut agar membatalkan rencana pembangunan pabrik semen.

Kordinator aksi, Asep Hidayat dalam orasinya mengatakan, atas nama UU Pemkab Pangandaran harus berupaya memperhatikan segala bentuk penambangan di kawasan karts (wilayah eksplorasi).

“Karena adanya ketidaksesuaian hukum yang mengatur tentang penambangan karst Padaherang lewat IUP Eksplorasi Batugamping oleh PT. Purimas Sarana Sejahtera yang dikeluarkan BPPT Kab. Ciamis, yaitu antara Peraturan Menteri PSDM No. 1456/ 2000 dengan UU No. 26/2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Nasional,” katanya.

Menurut Asep, UU No 26/ 2008 yang membagi kawasan kart menjadi dua bagian, yaitu kawasan lindung dan kawasan budidaya memiliki status lebih tinggi.

Menanggpai hal itu, Camat Padaherang, H. Irwansyah mengakui, pihaknya sebelumnya sudah bermusyawarah dengan menghadirkan seluruh kepala desa dan pihak perusahaan yang sudah mengantongi ijin, sehingga dipersilahkan untuk melakukan eksplorasi.

“Namun, dari 14 desa hanya dua desa yang belum menyetujui, yaitu Desa Karangmulya dan Kedungwuluh, sementara 12 desa lainnya setuju,” katanya.


Dijelaskannya, sepanjang dua belum kondusif, maka eksplorasi belum bisa dilaksanakan dan pihak kecamatan hanya memfasilitasi antara pelaksana dengan warga.(cZ-01)*

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment



 
ciamiszone | terbit sejak Oktober 2009
Copyright © 2018. ciamiszone.com - All Rights Reserved
Wed Admin nurdanian
Thanks to Creating Website and CaraGampang.Com