Home » » Terlalu, BSM Disunat Lebih 50% ?

Terlalu, BSM Disunat Lebih 50% ?

Written By yun ciamis on 12 December 2013 | 5:11 PM

ciamiszone.com :
CIAMIS,- Berdalih untuk pemerataan dana bantuan, Madrasah Ibtidaiyah (MI)  PUI   Gereba, Desa CiakarKec. Cipaku melakukan pemotongan Dana Bantuan Siswa Miskin  (BSM)  untuk 91 siswanya. Dari nominal Rp360 ribu, siswa hanya menerima Rp130 ribu setelah dipotong untuk baju seragam batik Rp70 ribu.

“Yang anak saya terima dari Rp360 ribu hanya Rp130 ribu, sebelumnya sempat diserahkan Rp200 ribu, hanya Rp70 ribu digunakan untuk pembelian seragam batik,” kata Yuli, salah seorang orangtua murid warga Dusun Desa Kulon, Desa Ciakar itu.

Diakuinya, pemotongan BSM bukan yang pertama kalinya tapi sebelumnya juga sempat terjadi pemotongan karena dana yang diterima tidak utuh, namun untuk pemotongan kali ini yang dilakukan pada Jum’at (06/12/13) lalu sangat tidak rasional hingga lebih setengahnya.

“Saya tidak mengerti untuk apa pemotongan tersebut? Karena tidak rasional,” katanya.


Orang tua lainnya yang juga anaknya menerima BSM mengakui, hampir seluruh orang tua siswa penerima BSM mengeluh adanya potongan yang tidak rasional itu, hanya saja mereka tidak bisaberbuat apa-apa. Apalagi pihak sekolah menjelaskan jika tidak mau mengikuti aturan sekolah,dihimbau untuk keluar saja.

Pihak sekolah mengatakan,  yang mengharapkan untuk mendapatkan BSM masih banyak,”katanya.

Sumber lainya mengakui, dengan mendapatkan BSM merasa bersyukur  karena juga sudah mendapatkan dana BOS. Namun pihaknya merasa keberatan dengan pemotongan yang dilakukan pihak sekolah.

“Kami sangat membutuhkan dana itu untuk kelangsungan pendidikan anak kami,” katanya.


Sementara, salah seorang guru MI PUI Gereba, Samsudin mengakui, pemotongan tersebut merupakan hasil musyawarah sekolah, sedangkan jumlah siswa penerima BSM  sebanyak 91 orang.

Menurut Samsudin, potongan  BSM tersebut antara lain Rp85 ribu untuk pemerataan,  Rp50 ribuuntuk administrasi, Rp70 ribu untuk pembelian batik propinsi  dan Rp25 ribu untuk tabungan yang disimpan di bank.

Pengawas Pendais  Kec. Cipaku, Koyo, Sag. M.Pd, mengakui tidak tahu adamnya pemotongan tersbeut, namun ia menduga potongan dilakukan karena adanya tunggakan siswa kepada sekolah.

“Potongan bisa dilakukan jika siswa mempunyai tunggakan kepada sekolah, itu bisa saja terjadi karena memang harus dibayar,” katanya.

Sementara Kandepag Ciamis, Yusuf mengakan, pihaknya belum mendapatkan laporan terkait penotongan BSM di MI PUI Gereba, namun dirinya berjanji akan menindaklanjuti jika memang ada oknum di lingkungan kerjanya terbukti melakukan pungutan.

           
“Saya akan klarifikasi dulu kebenarannya, nanti yang bersangkutan akan saya panggil,” katanya, Kamis (12/12/13) seraya mengakui, jika betul oknum tersebut melakukan pelanggaran, pihaknya tidak akan segan-segan melakukan tindakan mutasi, sesuai aturan kepegawaian.
 (cZ-01)*
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment



 
ciamiszone | terbit sejak Oktober 2009
Copyright © 2018. ciamiszone.com - All Rights Reserved
Wed Admin nurdanian
Thanks to Creating Website and CaraGampang.Com