Home » , » Berinvestasi di Pegadaian, Kenapa Tidak?

Berinvestasi di Pegadaian, Kenapa Tidak?

Written By yun ciamis on 21 February 2014 | 3:22 PM


Oleh: Yun Gunawan

ciamiszone.com :

SIAPA yang tidak kenal Pegadaian, bisa dipastikan hampir seluruh masyarakat dewasa mengetahui Pegadaian sebagai tempat mengatasi masalah tanpa masalah, hanya dengan membawa barang berharga, dalam sekejap saja setidaknya mampu menyelesaikan masalah keuangan. Sehingga tidak dipungkiri masih banyak warga yang menatap sebelah mata dengan keberadaan Pegadaian. Dengan asumsi orang yang keluar masuk Kantor Pegadaian dipandang mereka yang sudah menggadaikan barang berharganya karena terdesak kebutuhan keuangan.

Padahal, kenyataannya saat ini tidak semua orang yang keluar masuk Kantor Pegadaian hanya untuk melakukan transaksi pergadaian, tapi mereka sudah bisa berinvestasi di Pegadaian dengan memanfaatkan produk-produk Pegadaian diantaranya investasi emas murni batangan seberat 5 gram, 10 gram sampai 20 gram bisa didapatkan di Pegadaian dengan keamanan yang terjamin.

Sebagai lembaga penjaminan yang termasuk pada Lembaga Jasa Keuangan Non Perbankan, PT Pegadaian (Persero) diatur, diawasi dan dilindungi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang terpercaya sebagaimana lembaga jasa keuangan lainnya seperti Perusahaan Penjaminan Kredit Daerah (PPKD), Lembaga Pembiayaan Eskpor Indonesia (LPIE), PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) dan Lembaga Keuangan Mikro (LKM).

Dengan kehadiran OJK yang bertugas mengatur, mengawasi dan melindungi industri jasa keuangan yang terpercaya, masyarakat tidak perlu ragu untuk berinvestasi khususnya di Pegadaian karena mulai sistem pelayanan sampai keamanan aset tetap dalam pantauan OJK.

Berdasarkan survey yang dilakukan Direktorat Literisasi dan Edukasi OJK, pengguna jasa Pegadaian hanya 5,04% dari sejumlah responden yang disurvey, perbandingannya hanya 5 orang saja dari 100 orang responden menggunakan produk dan jasa pegadaian. Padahal lebih dari separuh responden (53,64%) mengetahui tentang Pegadaian serta produk dan jasa yang disediakan.

Kenyataan ini memperlihatkan, keberadaan Pegadaian sudah dipahami oleh masyarakat, namun penggunaan produk dan jasanya masih perlu disosialisasikan sehingga masyarakat paham terhadap hadirnya Pegadaian sebagai lembaga keuangan non perbankan yang berperan ikut membantu dan mendukung program pemerintah dibidang ekonomi dan pembangunan nasional, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil dengan mencegah praktek ijon, rentenir dan pinjaman tidak wajar lainnya yang sebenarkan bisa menjadi ujung tombak ketika masyarakat bermasalah dengan keuangannya.

Investasi di Pegadaian bisa menjadi solusi, yaitu investasi logam mulai batangan dengan berat 5, 10 dan 20 gram melalui cicilan ringan. Kita cukup datang ke Kantor Pegadaian dan tetapkan jumlah logam mulia yang akan kita miliki dengan menyiapkan uang muka 20% dari total harga logam mulia tersebut.

Selanjutnya tinggal membayar cicilan investasi logam mulia dan pastikan besarnya cicilan investasi maksimal 30% dari penghasilan bulanan yang diterima. Selama cicilan berjalan logam mulia tetap disimpan di Pegadaian sementara kita akan menerima surat atau dokumentasi investasinya.

Setelah lunas mambayar seluruh cicilan sesuai periode kredit tertentu, maka logam mulia itu sepenuhnya menjadi milik kita.

Memastikan PT Pegadaian (Persero) sebagai tempat berinvestasi logam mulia merupakan langkah tepat, karena tidak dipungkiri saat ini banyak perusahaan atau lembaga penjamin yang bergerak dibidang investasi logam mulia tapi tidak jelas keberadaannya, padahal operasionalnya sebuah lembaga penjamin harus seizin OJK. Sementara aset investasi di Pegadaian selain dibawah pengawasan OJK juga ketat pengamannnya karena dilindungi asuransi.***

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment



 
ciamiszone | terbit sejak Oktober 2009
Copyright © 2017. ciamiszone.com - All Rights Reserved
Wed Admin nurdanian
Thanks to Creating Website and CaraGampang.Com