Home » » Buntut Tewasnya Raihan, Sekolah Bina Guru Kelasnya

Buntut Tewasnya Raihan, Sekolah Bina Guru Kelasnya

Written By yun ciamis on 18 February 2014 | 1:00 PM

ciamiszone.com :

CIAMIS,- Meninggalnya Raihan Alfarizi (11) murid kelas 4 SD Linggasari 1 Kec. Ciamis, Jum’at (07/02) yang diduga akibat dianiaya oleh tiga rekan sekelasnya, disikapi serius oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kab. Ciamis yang kini melakukan pembinaan khusus kepada guru kelas almarhum dan tiga rekan almarhum.

Kepala Dikbud Kab. Ciamis, melalui Kabid Dikdas, Dede Hermawan kepada ciamiszone,  Selasa (18/02/14) mengakui, setelah pihaknya berkoordinasi dengan Kelapa UPTD Dikbud Ciamis, diambil kesimpulan pihak sekolah harus melakukan pembinaan khusus kepada tiga rekan sekelas almarhum yaitu RM, MH dan AG dalam perilaku keseharian terutama di sekolah sehingga mereka tidak mengulang perbuatannya.

“Sesuai rekomendasi hasil investigasi dari pihak Komite Sekolah, ketiga murid diberikan pembinaan khusus dalam waktu satu bulan, jika mereka tidak bisa merubah perilakunya, maka sekolah akan memberikan sanksi tegas kepadanya. Begitu juga terhadap salah seorang guru yang juga sebagai Wali Kelasnya, dalam satu bulan juga dilakukan pembinaan, jika tidak ada perubahan maka lembaga terkait akan memberikan sanksi,” kata Dede.

Secara lembaga menurut Dede, pihaknya sudah menyerahkan penyelesaian kasus tersebut oleh UPTD setempat sebagai kepanjangan tangan Dikbud. Dan pihaknya akan terus memantau perkembangan pihak yang dibina, jangan sampai mereka malah terganggu dan shock atas kejadian tersebut.

Sementara tokoh masyarakat setempat yang bertindak mewakili keluarga korban, Aep Saepudin, SH, MH kepada ciamiszone, Selasa (18/04/14) mengakui, pihaknya masih menunggu hasil kerja Komite Sekolah yang sesuai berita acara akan melaporkan dalam waktu paling lambat tiga hari terhitung Senin (10/-2/14) namun sampai saat ini belum ada tembusannya.

“Belum ada laporan atau kabar dari Komite Sekolah, memang kami tidak akan menuntut secara hukum tapi kami tegaskan agar pihak terkait memberikan pembelajaran kepada tiga rekan almarhum dan kepada wali kelasnya,” kata Aep.

Dijelaskannya, jika tidak ada tindak pembelajaran dari pihak sekolah atau dinas terkait, dikhawatirkan hal tersebut terulang dikemudian hari.

Menurut Aep, pihaknya meminta pemberian sanksi terhadap guru karena dinilai sudah tidak layak mengucapkan kata-kata yang menyakitkan keluarga korban saat mereka berkabung. (cZ-01)*
 

Share this article :

3 komentar:

  1. seharusnya anak pelaku di mutasi di panti rehabilitasi

    ReplyDelete
  2. pihaknya akan terus memantau perkembangan pihak yang dibina, jangan sampai mereka malah terganggu dan shock atas kejadian tersebut.

    ReplyDelete



 
ciamiszone | terbit sejak Oktober 2009
Copyright © 2017. ciamiszone.com - All Rights Reserved
Wed Admin nurdanian
Thanks to Creating Website and CaraGampang.Com