Home » » Komite Sekolah Investigasi Kasus Tewasnya Raihan

Komite Sekolah Investigasi Kasus Tewasnya Raihan

Written By yun ciamis on 10 February 2014 | 5:23 PM

ciamiszone.com :
CIAMIS,- Kasus meninggalnya Raihan Alfarizi (11) murid kelas 4 SD Linggasari 1 Ciamis yang kini menjadi buah bibir warga karena diduga akibat dianiaya oleh tiga rekan sekelasnya menjadi “PR” Komite Sekolah setempat untuk mengungkap kejadian yang sebenarnya dan mencari solusi untuk kekondusifan.

Ketua Komite SD Linggasari 1, Dedy Junaedi didampingi anggota Komite lainnya, Yagus mengatakan, permasalahan yang terjadi antara murid SD Linggasari 1 atas nama Raihan Alfarizi (alm) dengan tiga rekannya, RM, MH dan AG penyelesaian sepenuhnya diserahkan kepada pengurus komite.

“Berdasarkan hasil musyawarah dan mufakat dengan keluarga korban, keluarga rekan-rekan korban, dan komite yang disaksikan oleh pihak sekolah, UPTD Pendidikan dan Kebudayaan Kec. Ciamis serta pihak kepolisian dari Unit Perempuan dan Anak Polres Ciamis penyelesaian sepenuhnya diserahkan kepada komite sekolah selambat-lambatnya dalam waktu tiga hari sudah ada laporannya,” kata Yagus usai musyawarah di SD Linggasari 1, Senin (10/02/14).

Selain itu menurut Yagus, hasil kesepakatan musyawarah pihak keluarga tidak melakukan tuntutan hukum atas perisitiwa yang terjadi, dan pihaknya akan segera memberikan laporan hasil investigasi dan memberikan solusinya kepada keluarga korban.

“Kita kan sepakat agar segera menyelesaikan masalah ini secepatnya, jika ingin mengetahui penyebab meninggalnya korban itu memerlukan proses panjang dengan melibatkan kepolisian mulai dari visum sampai diautopsi. Pihak keluarga sendiri tidak mau adanya autopsi jadi kami akan urut kronologisnya melalui tim kami di komite,” kata Yagus.

Ditegaskan Yagus, pihak komite juga akan memberikan laporan kepada sekolah atau pihak berwenang yaitu UPTD dan Dinas Dikbud jika ditemukan adanya pelanggaran disiplin atau sikap yang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang guru.

Sementara pihak keluarga korban melalui tokoh warga setempat, Aep Saepudin, SH, MH membenarkan, pihaknya tidak akan melaporkan atau menuntut secara hukum, apalagi adanya pelaksanaan autopsi terhadap korban.


“Kejadian ini sangat sederhana, sebetulnya tidak ada masalah karena pihak keluarga sudah menerima dan tidak ada tuntutan hukum. Yang kami tuntut hanya dua, yaitu berikan pelajaran kepada ketiga rekan korban agar tidak mengulang, dan berikan sanksi tegas kepada guru yang sudah menyinggung perasan pihak keluarga dari kata-katanya yang menyakitkan,” kata Aep. (cZ-01)***
Share this article :

1 komentar:

  1. yang salah siapa ya....guru,murid,orang tua atau pergaulan

    ReplyDelete



 
ciamiszone | terbit sejak Oktober 2009
Copyright © 2017. ciamiszone.com - All Rights Reserved
Wed Admin nurdanian
Thanks to Creating Website and CaraGampang.Com