Home » » 22 Berkas CPNS K-2 Bermasalah

22 Berkas CPNS K-2 Bermasalah

Written By yun ciamis on 11 April 2014 | 1:19 PM

ciamiszone.com :
CIAMIS,- Melalui Tim Pemberkasan CPNS Kategori 2 (K-2), Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Kab. Ciamis menemukan 22 bekas bermasalah, berkas tersebut diragukan kebenarannya sehingga BKDD membuat Tim untuk melakukan uji petik langsung ke lapangan untuk memverfikasi dan mengkonfirmasi kepada yang bersangkutan.

Kepala BKDD Kab. Ciamis, H. Deden Wahidin, SE, MM didampingi Kabid Mutasi dan Kepegawaian, Ahmad Yani  kepada wartawan, Jum’at (11/04/14) menjelaskan, tim terdiri dari Asisten III (Bid. Umum) Setda, Inspektorat, Bag. Hukum, Bag. Organisasi, Satpol PP dan BKDD yang akan bergerak mulai Senin sampai Kamis (14-17/04/14).

Diakuinya, 22 berkas tersebut adalah mereka yang dinyatakan lulus ujian CPNS K-2 dari lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Ciamis. Sebanyak 21 orang tenaga guru dan seorang tenaga administrasi.

“Mereka adalah tenaga guru honor, sebelas orang guru SD, empat guru SMP dan enam guru SMA, dan seorang lagi tenaga honor administrasi di sebuah UPTD,” katanya.

Menurut Deden, kecurigaan pihak BKD berawal dari Tim Pemberkasan yang menemukan sejumlah kejanggalan dalam berkas yang disampaikan oleh pihak bersangkutan. Diantaranya terdapat tandatangan hasil scaner dan pencantumkan NIP pejabat di unit kerja yang bersangkutan dengan menggunakan Nomor Induk Pegawai (NIP) terbaru yang mulai berlaku November 2008.

“Sudah jelas K-2 adalah tenaga honor di instansi pemerintah minimal sudah satu tahun pada 31 Desember 2005 dan bekerja secara terus-menerus, tapi ada berkas dengan TMT (terhitung mulai tanggal)-nya sesuai namun ditandatangan oleh pejabat dengan mencantumkan NIP baru yang berlakunya mulai November 2008, ini kan aneh. Belum lagi tandatangan yang discaner, kami akan cek kebenarannya,” kata Deden seraya mengakui, pihaknya juga mendapat 16 laporan dari warga, meskipun laporannya tidak tertulis resmi tapi menjadi masukan dan bahan pertimbangan Tim untuk melakukan klarifikasi.

Deden berharap, hasil uji petik dilapangan bisa membuktikan kebenaran yang bersangkutan, sehingga kesalahan yang terjadi hanyalah masalah administrasi saja. Tapi jika tidak sesuai maka mereka secara otomatis akan dicoret dari CPNS-nya.

“Yang jelas mereka akan dicoret dari CPNS-nya, dan kami sampai saat ini belum berfikir jauh untuk melakukan pengaduan secara pidana dengan dugaan pemalsuan,” tegasnya.

Seperti diketahui dari sebanyak 2.243 tenaga honor K-2 yang dinyatakan lulus tes CPNS tercatat 613 orang, sebanyak 120 orang dilimpahkan pemberkasannya ke Kab. Pangandaran dan 493 oleh Kab. Ciamis.

Dari 493 itu, tenaga guru mendominasi mencapai 324 orang, disusul tenaga teknis administasi 127 orang, tenaga kesehatan 40 orang dan tenaga penyuluh dua orang. (cZ-01)*
Share this article :

1 komentar:

  1. betul pak jangan sampai ada kecurangan,ciptakan instansi yang bersih

    ReplyDelete



 
ciamiszone | terbit sejak Oktober 2009
Copyright © 2017. ciamiszone.com - All Rights Reserved
Wed Admin nurdanian
Thanks to Creating Website and CaraGampang.Com