Home » » Wabup, “Distribusi Pupuk Caruk Marut”

Wabup, “Distribusi Pupuk Caruk Marut”

Written By yun ciamis on 18 July 2014 | 6:28 PM

ciamiszone.com :

CIAMIS,- Sistem pendistribusi pupuk bersubsidi caruk marut, sehingga ketika pemerintah daerah membutuhkan data mengenai berapa jumlah pupuk yang berjalan, kami tidak mengetahuinya. Yang mengetahui justru produsen, distributor, dan pengecer.

Demikian diungkapkan Wajik Bupati Ciamis, Jeje Wiradinata usai pertemuan dengan para distributor dan pengecer pupuk bersubsidi di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Jumat (18/7/14).

“Saat terjadi kelangkaan pupuk pun, pemerintah daerah pun tidak mempunyai kewenangan dalam memantau sistem  distribusi tersebut. Sistem pendistribusi pupuk ini memang caruk-marut,” katanya.

Agar Pemda bisa melakukan pemantau pergerakan distribusi dan penggunaan pupuk dari hulu ke hilir secara kekinian, pihaknya akan segera mengkomunikasikan dengan pihak produsen pupuk hingga ke kementerian pekan depan.

“Kelain itu kami juga akan melakukan kroscek penggunaan pupuk bersubdisi langsung ke petani, karena beberapa data yang dimiliki Dinas Pertanian saat ini tidak sinkron. Jumlah kebutuhan pupuk dengan jumlah pupuk yang sudah didistribusikan dan realisasi pupuk ke petani itu tidak sinkron,” tegasnya.

Menurut Jeje, Kab. Ciamis membutuhkan 25 ribu ton pupuk bersubsidi, hal itu berdasarkan rencana definitif kebutuhan kelompok petani yang diajukan. Namun yang dialokasikan berdasarkan Perbup 19 ribu ton dan baru teralisasi sebanyak 12 ribu ton sesuia musim tanam tahun ini.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kab. Ciamis, Kustini mengakui, kelangkaan pupuk terjadi akibat persediaan pupuk di tingkat nasional tidak mencapai jumlah kebutuhan.

“Kelangkaan pupuk buklan hanya di Ciamis saja, tapi secara nasional karena yang dihasilkan pihak produsen baru 70 persen,” katanya

Pihaknya juga membantah saat ini memiliki data yang tidak sinkron, karena data tersebut juga diperoleh dari distributor, pihaknya mengakui sudah melakukan pengawasan ke lapangan, bahkan mempunyai komisi pengawas pupuk dan pestisida yang setiap periodenya menerima laporan. (cZ-01)*

Share this article :

2 komentar:

  1. gimana tuh sampai ada kelangkaan pupuk,katanya swadayakan daerah sendiri tapi kasih fasilitas seperti itu saja ga bisa...

    ReplyDelete
  2. seharus nya pemerintah daerah tau berapa jumlah pupuk yang berjalan / yg di butuhkan sma petani.

    ReplyDelete



 
ciamiszone | terbit sejak Oktober 2009
Copyright © 2017. ciamiszone.com - All Rights Reserved
Wed Admin nurdanian
Thanks to Creating Website and CaraGampang.Com