Home » , » Gagal Manfaatkan Peluang, PSGC Gagal Masuk Empat Besar

Gagal Manfaatkan Peluang, PSGC Gagal Masuk Empat Besar

Written By yun ciamis on 22 October 2014 | 7:41 PM

 ciamiszone.com :

CIAMIS,- Tim kebanggan warga Tatar Galuh Ciamis, PSGC gagal memanfaatkan peluang mencuri poin penuh dalam pertandingan kandang terakhir putaran 8 Besar Divisi Utama Liga Indonesia setelah ditahan imbang 2-2 oleh tamunya, PSS Sleman di Stadion Galuh Ciamis, Rabu (22/10/14).

Hanya mengantongi nilai 4 dari satu kali menang, satu kali seri dan tiga kali kalah, PSGC dipastikan gagal lolos ke Empat Besar meskipun menyisakan satu kali pertandingan tandang melawan Persiwa Wamena, Minggu (26/10/14) di Wamena. Sementara PSS Sleman menempati klasemen puuncak dengan nilai 11 dipastikan masuk ke empat besar.

Ass. Manager PSGC, Aef Saefulloh mengakui, meskipun pihaknya tidak lagi mendapatkan peluang untuk masuk di empat besar namun timnya akan berusaha profesional dengan bertandang melawan Persiwa ke Wamena.

“Sebagai tim baru, ini merupakan pengalaman bagi PSGC dan kami pun akan bermain profesional bertandang menjalani sisa pertandingan melawan Persiwa Wamena,” kata Aef seraya mengucapkan selamat kepada tim PSS Sleman yang dipastikan masuk ke 4 besar.

Ditegaskan Aef, timnya sudah berusaha maksimal untuk mencuri poin penuh, namun sepak bola sulit ditebak dengan pasti, meskipun Laskar Galuh sudah mampu memimpin 2-1 sampai menit 89 waktu normal, ternyata dewi fortuna belum berada dipihaknya, sehingga PSS mampu menyamakan kedudukan.

Gol pembuka Laskar Galuh dicetak dari titik fenalti pada menit ke-7 setelah salah seorang pemain belakang Sleman dinyatakan handball dan wasit Fajar Ginting menunjuk titik putih. Sebagai algojo, Rossian (8) berhasil melakukan eksekusi, skor berubah (1-0) dan bertahan hingga turun minum.

Pada awal paruh kedua, peluang tuan semakin besar setelah salah seorang pemain tengah PSS Sleman, Dicky Prayoga diusir wasit Fajar dengan kartu merah setelah melakukan pelanggaran kepada salah seorang pemain tuan rumah.

Namun, hanya dengan 10 pemain, anak asuh Herry Kiswanto itu berusaha mencuri peluang melalui serangan balik, hingga pada menit 61 berhasil menyamakan kedudukan setelah striker asing PSS Sleman, Guy Junior (10) berhasil lolos dari jebakan offside dan skor pun berubah 1-1.

Memanfaatkan kurangnya seorang pemain tengah PSS yang diusir wasit, gempuran tim tuan rumah tak terbendung, hingga sejumlah peluang pun terjadi dalam kemelut di depan gawang PSS, namun hanya pada menit 70 dapat diselesaikan sempurna oleh Yana Mulyana (3) dan skor berubah 2-1 untuk tuan rumah.

Namun tuan rumah hanya mampu memimpin sampai menit 89, karena pada menit 90 waktu normal, kembali serangan balik pemain PSS Sleman mendobrak pertahanan PSGC setelah lolos dari jebakan offside dan Mudah Yulianto (11) berhasil menyarangkan bola ke gawang yang dijaga Irpan (28), skor pun imbang 2-2. Tambahan waktu satu menit pun tidak mampu merubah kedudukan sampai akhir pertandingan.

Manager PSGC, H. Herdiat mengakui, gagal timnya meraih poin penuh karena kekurang sabaran timnya dalam memanfaatkan waktu. Pada babak pertama bermain bagus dan mampu memimpin sampai turun minum.

“Namun pada babak kedua mereka kurang sabar, padahal sudah memimpin 2-1, hasilnya meskipun hanya tinggal beberapa menit saja akhirnya kecolongan juga dan berakhir seri,” katanya seraya mengakui, Tim PSS Sleman bermain bagus meski hanya dengan 10 pemain.

Dijelaskan H. Herdiat, meski PSGC harus terhenti sampai 8 Besar, pihaknya bersyukur dengan apa yang telah diraih timnya hingga lolos melampaui batas yang sebelumnya ditargetkan hanya sampai babak penyisihan.

“Prestrasi PSGC ini berkat dukungan semua pihak dan seluruh masyarakat Tatar Galuh, kami ucapkan banyak terima kasih dan mudah-mudahan kedepanya kita bisa samapi lolos ke ISL,” katanya. (cZ-01)*
 
Share this article :

4 komentar:



 
ciamiszone | terbit sejak Oktober 2009
Copyright © 2017. ciamiszone.com - All Rights Reserved
Wed Admin nurdanian
Thanks to Creating Website and CaraGampang.Com