Home » » Kantor DCKTR Dilempari Telur Dan Sampah

Kantor DCKTR Dilempari Telur Dan Sampah

Written By yun ciamis on 10 February 2015 | 1:53 PM

ciamiszone.com :

CIAMIS,- Karena merasa tidak puas dengan pelayanan Dinas Ciptakarya Kebersihan dan Tata Ruang (DCKTR) Kab. Ciamis sejumlah aktivis  Forum Mahasiswa dan Pemuda Galuh Tabayun (Formagat) melemparkan telur dan sejumlah sampah di pintu masuk lobi kantor DCKTR, tak pelak ruang tersebut pun penuh dengan sampah dan bau anyir telur, Selasa (10/02/15).



Pelemparan berawal ketika aktivis Formagat melakukan aksi di halaman kantor DCKTR yang mempertanyakan sejumlah kebijakan Kepala DCKTR Kab. Ciamis, Drs. H. Oman Rohman, MM dalam hal penanganan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Alun-alun Ciamis, khususnya di kawasan Taman Raflesia.



Namun, aksi yang dikawal puluhan anggota Polres Ciamis itu tidak mendapat respon pihak DCKTR karena sejumlah pejabatnya tidak ada di tempat, yang ada hanya Kabid Tata Ruang yang tidak mengetahui permasalahannya.



”Saya hanya membidangi Tata Ruang atau permukiman, jadi urusan PKL saya kurang paham. Tapi saya ditugaskan oleh Pa Kadis untuk menampung aspirasi dan permasalahan yang diusung mereka,” kata Kabid Tata Ruang, Agus Komara.



Menurut Agus, ketidakhadiran para pejabat di DCKTR bukan berarti menghindari aksi tetapi ada jadwal yang harus dihadiri seperti Kepala Dinas menghadiri penandatanganan MoU pembangunan daerah perbatasan antara Kab. Ciamis dan Kota/Kab. Tasikmalaya di Setda bersama Bupati, sedangkan Sekdis menghadiri Musorda KONI Kab. Ciamis, dan Kabid Kebersihan kebetulan sakit,” katanya.



Dijelaskannya, dirinya tidak diberi kesempatan untuk menerima dan menjelaskan ketidakhadiran para pejabat DCKTR yang membidangi permasalahan PKL, termasuk alasan tidak adanya Kadis dan Sekdis. Sehingga secara spontan mereka masuk dan melemparkan telur serta membuang sampah yang sudah dipersiapkan sebelumnya.



Sementara Ketua Formagat, Ifan Shofarudin Jaohari yang memimpin aksi mengakui, kedatangannya ke DCKTR dilatarbelakangi oleh permasalahan penggusuran PKL di Taman Raflesia pada Minggu (08/02/15) sesuai surat yang dilayangkan DCKTR tertanggal 30 Januari 2015 yang memohon PKL Taman Raflesia terhitung 8 Februari 2015 dan seterusnya tidak boleh berjaulan di area tortoar dan Taman Raflesia.



“Minggu pagi itu DCKTR dibantu Satpol PP mengosongkan area Taman Raflesia dari para PKL, namun mereka tidak direlokasi ke tempat yang layak. Padahal urusan PKL sedang dipansuskan di DPRD. Tindakan ini diluar koordinasi Diskoperindag sebagai Pembina PKL,” kata coordinator aksi yang akrab disapa Ije itu seraya mengakui ketika pihaknya beraudensi dengan Diskoperindag, ternyata Diskoperindag mengaku merasa kecolongan dengan kebijakan DCKTR tersebut.



Artinya, menurut Ije, terjadi misskoordinasi dan misskomunikasi antara DCKTR dan Diskoperindag, hal ini terjadi karena keegoisan seorang Kepala Dinas di DCKTR.



Ifan yang juga orator dalam aksi tersebut mempertanyakan, langkah pribadi seorang kepala dinas yang diduga melakukan negosiasi retribusi kepada sejumlah PKL di Alun-alun dan Taman Raflesia yang memberatkan pada PKL, padahal permasalahannya sedang digodok Pansus PKL di DPRD.


“Dalam waktu dekat kami akan melayangkan surat kepada Bupati Ciamis untuk menuntut agar segera mengevaluasi kinerja DCKTR,” katanya.



Usai berorasi, para aktivis langsung memasuki kantor DCKTR dengan dalil akan memberikan hadiah untuk DCKTR, namuan sesampaikan di dalam mereka menebarkan hadiah yang disebut-sebut mereka itu berupa sampah dan melempar telur.



Melihat pemandangan berserakannya sampah, seorang staf DCKTR tidak menerima kantornya dikotori, sehingga dengan spontan menarik tangan koordinator aksi keluar, namun sedikit insiden tersbeut berhasil dicegah petugas keamanan dari Polres Ciamis sehingga kericuhan dapat terkendali. (cZ-01)*

Share this article :

2 komentar:



 
ciamiszone | terbit sejak Oktober 2009
Copyright © 2017. ciamiszone.com - All Rights Reserved
Wed Admin nurdanian
Thanks to Creating Website and CaraGampang.Com