Home » » Hasil Pansus Ruko Belum Pasti, Pataka Aksi di BPN, BPPT dan DPRD

Hasil Pansus Ruko Belum Pasti, Pataka Aksi di BPN, BPPT dan DPRD

Written By yun ciamis on 03 March 2015 | 12:50 PM

ciamiszone.com :
CIAMIS,- Dipicu karena belum ada kepastian hasil kerja Pansus DPRD Ciamis yang membahas permasahalan status tanah ruko di depan Terminal Ciamis, puluhan aktivis yang mengatasnamakan Pataka (Paduli ka Taneuh Kota) melakukan aksi orasi di BPN, BPPT dan DPRD Ciamis, Selasa (03/03/15).

“Pansus sudah bekerja selama dua bulan lebih tapi belum ada kepastian hasilnya, padahal permasalahannya sudah jelas terjadi dugaan proses ruislagh tanah eks bengkok Kelurahah Ciamis secara illegal, bahkan pihak pengembang diduga telah merubah site plan untuk keuntungan pribadi, sehingga muncul duguaan adanya rekayasa penipuan jual beli ruko yang terjadi tahun 1990-an,” kata Koordinator Pataka, Andy Ali Fikri dalam orasinya.

Ketika menyambangi kantor Badan Pertanahan Nasional Kab. Ciamis, mereka mepertanyakan proses terbitnya sertifikat ruko yang diduga bermasalah, begitu juga di kantor BPPT mempertanyakan proses pembuatan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

Massa pun bergerak ke depan ruko sebagai obyek permasalahan yang berderet di depan Terminal Ciamis, mereka mengingatkan kepada pemilik ruko untuk menyadari bahwa diduga sertifikat yang mereka miliki diperoleh dari hasil rekayasa yang dilakukan oleh para pengambil kebijakan dan rekanan dimasa lalu, sehingga perlu diluruskan agar tertib dan tidak melanggar aturan yang berlaku.

Sedangkan di DPRD Ciamis, meski tidak ada satu pun anggota dewan yang menerima mereka, namun Sekwan sebagai fasilitator mengaku siap menyampaikan aspirasi kedatangan aktivis Pataka kepada unsur pimpinan.

Menurut Andy, persoalan tanah ruko di depan Terminal Ciamis itu diduga proses ruislaghnya tidak sesuai dengan ketentuan hukum, selanjutnya dalam proses pembangunannya pun tidak sesuai sate plan yang dikeluarkan pemerintah karena dalam sate plan direncanakan dibangun sebanyak 43 ruko namun kenyataannya menjadi 55 ruko.

“Padahal tidak ada satu pun pejabat yang berwenang saat itu menyatakan terjadi perubahan site plan,” katanya.

Dengan bertambahnya ruko, secara otomatis menimbulkan kerugian bagi masyarakat karena hilangnya fasilitas umum berupa ruang terbuka hijau (RTH) dan dua ruas jalan yang seharusnya dibangun diantara bentangan bangunan ruko.

Selain itu diduga juga terjadi rekayasa jual beli bahkan dugaan penipuan oleh pegambang saat itu, karena ada pemilik ruko yang menguasai ruko tapi tidak memiliki sertifikat, juga sebaliknya ada sertifikat yang diperjualbel;ikan tetapi tidak ada fisik rukonya, sehingga mereka tidak bisa menguasai ruko.

“Atas kejadian itu diduga terjadi penggandaan sertifikat beberapa ruko, sehingga kami meminta pertanggungjawaban BPN, BPPT dan juga dewan agar segera menuntaskan permasalahan status tanah ruko di depan Terminal Ciamis yang tidak jelas ini,” katanya. (cZ-01)*
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment



 
ciamiszone | terbit sejak Oktober 2009
Copyright © 2017. ciamiszone.com - All Rights Reserved
Wed Admin nurdanian
Thanks to Creating Website and CaraGampang.Com