Home » » Karang Taruna “Taruna Mekar” Peduli Bahaya Narkoba

Karang Taruna “Taruna Mekar” Peduli Bahaya Narkoba

Written By yun ciamis on 27 April 2015 | 7:33 PM

ciamiszone.com :
CIAMIS,- Pengembangan kualitas, keterampilan, kepribadian dan kecakapan hidup (life skill)  generasi muda jelas tidak bisa dicapai hanya dengan mengikuti pendidikan formal, tetapi dapat dilakukan melalui wadah (lembaga atau organisasi) yang mempunyai komitmen terhadap pengembangan generasi muda.

Peran serta Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan merupakan komponen partisipasi sosial masyarakat perlu ditingkatkan dan dikembangkan karena Karang Taruna mitra potensial pemerintah dalam upaya mengurangi dan memecahkan masalah-masalah sosial.

Sebagai wadah pembinaan generasi muda yang ada di kelurahan dan desa-desa, Karang Taruna “Taruna Mekar” Desa Karang Ampel Kec. Baregbeg Kab. Ciamis digandeng Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Ciamis untuk bekerjasama dalam penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba yang digelar baru-baru ini di Aula Desa Karang Ampel.

Kepala Desa Karang Ampel, E. Rosyidin selaku Dewan Pembina Karang Taruna “Taruna Mekar” mengakui, kegiatan dilaksanakan bertujuan untuk memberikan pembinaan kepada masyarakat Karang Ampel khususnya generasi muda yang tergabung dalam karang taruna dan pelajar sehingga mampu meminimalisir peredaran Narkoba.

“Pengenalan lebih jauh tentang bahaya narkoba sangat penting agar masyarakat tidak terjerumus kepada penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, sebagaimana diketahui bersama, narkoba kini menjadi ancaman kelangsungan hidup masa depan generasi bangsa,” katanya.

Sementara Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Ciamis, Deny Setiawan, S.Sos., M.M, mengajak kepada peserta yang untuk berperanserta dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) sangatlah penting, hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan masyarakat bersih narkoba, sehingga warganya tidak terjebak dalam sanksi hukum.

Dewasa ini Bangsa Indonesia dalam kondisi darurat narkoba, hal ini disebabkan banjirnya pasokan narkoba ilegal ke Indonesia yang diperankan oleh WNA dan WNI sehingga narkoba di Indonesia menjadi pasar yang besar (great market) dengan harga yang tinggi (great price), dibuktikan lagi dengan angka prevalensi penyalahguna narkoba mencapai 5 juta orang, dimana mereka berada dalam usia produktif antara 10-59 tahun, angka kematian mencapai 40-50 orang meninggal dalam 1 hari karena over dosis, termasuk kerugian ekonomi mencapai angka 50 Trilyun. Jika tidak kita cegah bersama-sama sejak dini maka akan bertambah lebih banyak lagi.


Menyikapi hal itu, menurut Deny, Bangsa Indonesia mencanangkan gerakan nasional rehabilitasi pecandu narkoba 100 ribu orang, untuk itulah diperlukan partisipasi masyarakat dalam upaya P4GN termasuk peran Karang Taruna dalam membangun sumber daya masyarakat terbebas dari ancaman narkoba.***
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment



 
ciamiszone | terbit sejak Oktober 2009
Copyright © 2017. ciamiszone.com - All Rights Reserved
Wed Admin nurdanian
Thanks to Creating Website and CaraGampang.Com