Breaking News

Masyarakat Langensari Diajak Berperanserta Dalam Upaya P4GN

ciamiszone.com :


BNNK CIAMIS,- Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Ciamis melalui Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), menggelar Seminar tentang peran lembaga swasta dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Lingkungan Swasta di Aula Desa Langensari Kota Banjar, Kamis (13/08/15).

Kegiatan seminar yang mengangkat tema Peranserta Masyarakat dalam upaya P4GN, diikuti oleh unsur perusahaan swasta dan pemerintah Desa Langensari, dan difasilitasi oleh Gerakan Anti Narkoba Daerah (Garda) Kota Banjar, sebagai bentuk sinergitas dalam upaya menciptakan lingkungan bersih narkoba.

Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Seksi P2M, Deny Setiawan, S.Sos. MM., yang didampingi oleh Narasumber BNNK Ciamis, Suhendi, SH., menyatakan bahwa masalah narkoba merupakan tanggungjawab bersama antara pemerintah, swasta dan seluruh komponen masyarakat memiliki tujuan yang sama yaitu menciptakan lingkungan bersih narkoba, untuk itu dalam upaya menanggulangi permasalahan narkoba dibutuhkan peranserta masyarakat dalam upaya P4GN.

Peranserta masyarakat ini diatur dalam Pasal 104 – 108 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, tujuannya adalah mensinergikan peran masyarakat dengan penegak hukum atau BNN dalam upaya P4GN sehingga terciptanya lingkungan bersih narkoba.

Peranserta masyarakat ini dapat diwujudkan melalui informasi yang diberikan kepada penegak hukum atau BNN atas dugaan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dilingkungan masyarakat, termasuk menjangkau penyalahguna narkoba untuk direhabilitasi baik medis maupun sosial yang difasilitasi oleh BNN.

Mengingat kondisi bangsa Indonesia saat ini memasuki darurat narkoba, untuk itu pemerintah mencanangkan gerakan rehabilitasi 100.000 penyalahguna narkoba, untuk mensukseskan program dimaksud BNNK Ciamis mendapat kuota 500 orang penyalahguna narkoba untuk direhabilitasi. Jika melihat angka prevalensi menyatakan bahwa, 2,2 % penduduk Indonesia adalah pecandu narkoba, atau setara dengan 4,5 juta jiwa dari usia produktif antara 10-59 tahun, untuk itulah mereka yang sudah menjadi pecandu wajib menjalani rehabilitasi baik medis maupun sosial sebagai upaya pemulihan dan memutus mata rantai peredaran gelap narkoba, namun yang 97,8 % mereka harus tetap imun jangan terjerumus dan menambah angka 2,2 %, untuk itulah peranserta masyarakat sangat menentukan dalam upaya dimaksud.

Dalam kesempatan ini Kepala Desa Langensari, Yanti mengapresiasi kegiatan seminar yang dilaksanakan oleh BNNK Ciamis. Ia menghimbau dan mengajak kepada para peserta agar memaksimalkan kesempatan yang berharga ini dalam memahami permasalahan narkoba yang dewasa ini sangat mengkhawatirkan, sehingga dibutuhkan dukungan semua pihak dalam memeranginya.

Ia berharap bahwa kegiatan seminar ini dapat bermanfaat bagi kita semua, dan dapat disosialisasikan kembali mulai dari keluarga sendiri, tetangga, sahabat, dan masyarakat umum lainnya.***

Post a Comment

0 Comments