Home » » FKUB Pantau Pra dan Pasca Natal, Cipatakan Kondusifitas Kerukunan Beragama

FKUB Pantau Pra dan Pasca Natal, Cipatakan Kondusifitas Kerukunan Beragama

Written By yun ciamis on 29 December 2015 | 6:47 PM


ciamiszone.com :

CIAMIS,- Untuk menciptakan kekondusifan, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB)  Kabupaten Ciamis melakukan pemantauan wilayah situasi keagamaan juga dilaksanakan menjelang hari besar keagamaan, guna menjalin komunikasi yang aktif serta mempererat silaturahmi diantara tokoh agama agar tidak menjadi ancaman nasional di daerah.

“Khusus untuk perayaan ibadat natal kami melakukan silaturahmi dengan tokoh agama Kristen dan Katolik di Kec. Panawangan, Kec. Cisaga dan Kec. Ciamis, dengan mengikutsertakan seluruh anggota FKUB untuk memberikan dukungan agar mereka dapat menjalankan ibadat dengan aman dan tertib karena ada kewajiban bahwa setiap pemeluk agama harus menyemarakan kegiatan keagamaannya dengan sebaik baiknya oleh para pemeluk-pemeluknya,” kata Ketua FKUB Kab. Ciamis, DR. KH. Koko Komaruddin didampingi Sekretarisnya, Dede Nugraha, SIP., M.Si., Selasa (28/12/15).

Dijelaskan KH. Koko, melakukan pemantauan melalui sliaturahmi merupakan salah satu kegiatan FKUB dalam menciptakan keharmonisan dan kerukunan umat beragama di Ciamis sebagai upaya dalam menjaga stabilitas nasional.

Selain itu, dialog lintas tokoh agama pun dilakukan dengan maksud untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya kerukunan umat beragama, agar keharmonisan kehidupan beragama senantiasa terjaga dengan baik serta senantiasa terjalinnya komunikasi yang baik atara unsur pemerintahan dengan tokoh agama, tokoh masyarakat tokoh pemuda maupun komponen lain di masyarakat;

“Saat perayaan Imlek pun dilakukan hal sama, koordinasi dengan para tokoh agama maupun dengan unsur pemerintahan untuk mejaga keamanan, ketenteraman dan ketertiban masyarakat sekaligus untuk mewujudkan masyarakat Ciamis yang harmonis dan religius,” katanya.

Dijelaskannya, tindak lanjut dari substansi Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2006 dan Nomor 9 Tahun 2006, keberadaan FKUB Kab. Ciamis merupakan upaya yang sangat signifikan bagi terwujudnya kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Ciamis, sekaligus merupakan bagian penting dari pembinaan kerukunan nasional yang menjadi tanggungjawab semua.

Sehingga FKUB pun melalukan sosialisasi Peraturan Perundang-undangan dengan narasumber kegiatan yang berkompeten dibidangnya.

Menyikapi permasalahan keberadaan Mesjid Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Jalan KH Ahmad Dahlan yang masih dipergunakan untuk beribadat yang selalu menuai protes dari ormas Islam yang tidak menghendaki Mesjid tersebut dipergunakan beribadat secara ekslusif dengan berbagai alasan, hal tersebut terjadi karena adanya perbedaan pemahaman dari SKB 3 Menteri tentang pemahaman keagamaan JAI yang dianggap bertentangan dengan pokok pokok ajaran Islam.

“Namun dengan koordinasi,  komunikasi dan silaturahmi yang baik dengan JAI sampai saat ini masih bisa terkendali walau kami selalu mengkhawatirkan kedepan hal tersebut akan menjadi bom yang sewaktu waktu akan meledak jika permasalahan JAI khususnya di Kab. Ciamis tidak dibina dan dipantau dengan baik,” kata KH. Koko.

Dalam pelaksanaan tujuan kerukunan nasional, FKUB Kab. Ciamis masih melihat beberapa permasalahan yang harus dapat diselesaikan dengan baik demi terciptanya suasana kehidupan beragama yang harmonis dan religiusdiantaranya kurang intensifnya koordinasi antar unsur-unsur yang terkait, dan kurangnya sosialisasi/pemahaman terhadap isi Peraturan Bersama Menteri Agama & Mendagri No.9 Tahun 2006.

Menurut KH. Koko, FKUB Kab. Ciamis selalu mendorong anggota untuk meningkatkan sumber daya agar dalam menampung aspirasi ormas keagamaan dan aspirasi masyarakat dapat lebih optimal serta sebagai upaya untuk mewujudkan anggota FKUB yang moderat, demokrat dan diplomat, saat ini FKUB Kabupaten Ciamis memiliki sumber daya S3 (Doktor) sebanyak 3 orang, S2 (Magister) sebanyak 3 orang, S1 (Sarjana) sebanyak 9 orang dan SLTA sebanyak 2 orang.

“FKUB Kab. Ciamis ada dan kelihatan bukan saja ketika terjadi konflik di masyarakat namun lebih dari itu, FKUB akan selalu ada dan hadir dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama di Ciamis. Jika kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama dapat di gambarkan sebagai sebuah taman bunga yang indah dengan aneka jenis bunga, aneka warna bunga dan harum bunga yang berbeda beda, keindahan tersebut akan terlihat dan tercium jika tetap dan terus dipelihara, namun, jika kita lengah untuk memelihara dan menjaganya maka keindahan sebuah taman akan sirna bahkan merusak keindahan sebuah taman bunga yang diidam-idamkan bersama,” paparnya.***

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment



 
ciamiszone | terbit sejak Oktober 2009
Copyright © 2018. ciamiszone.com - All Rights Reserved
Wed Admin nurdanian
Thanks to Creating Website and CaraGampang.Com