Home » » Ratusan Warga di Sukamantri Tertipu Pembuatan Akta Kelahiran

Ratusan Warga di Sukamantri Tertipu Pembuatan Akta Kelahiran

Written By yun ciamis on 10 March 2016 | 8:53 PM

ciamiszone.com :
CIAMIS,- Ratusan warga di Kecamatan Sukamatri merasa tertipu oleh oknum mantan pegawai Desa Cibeureum, Kec. Sukamantri “Y” yang juga menjabat sebagai Kepala Dusun Cibeureum di Desa Cibeureum, Kec. Sukamantri.

Salah seorang warga Desa Cibeureum, Bambang mengakui, dirinya bersama ratusan warga lainnya tertipu oleh Y saat Kepala Dusun Cibeureum itu masih bekerja di Kantor Desa Cibeureum sebagai Kaur Pemdes.

Dijelaskan Bambang, dirinya dan warga lainnya sepakat menggunakan jasa Y untuk mengurusi pembuatan Akta Kelahiran anak-anaknya, dengan biaya bervariasi antara Rp150 ribu sapai Rp200 ribu.

Namun setelah berbulan-bulan, Akta Kelahiran anaknya tidak pernah usai dengan alasan tidak ada kapastian dari Dinas Kepdudukan dan Catatan Sipil.

“Kenapa dulu kami tertarik membuat Akta Kelahiran melalui Y, karena Y sebagai pegawai desa mensosialisasikan adanya program pemerintah untuk membuat Akta Kelahiran. Kami pun dipungut biaya Rp150 ribu sampai Rp200 ribu. Tapi sampai hari ini tidak ada realisasinya. Dan Y kini sudah diberhentikan dari desa,” kata Bambang, Kamis (10/03/16).

Kepala Desa Cibeureum, Didi Kamsidi kepada ciamiszone membenarkan hal itu, bahkan dirinya sudah memberhentikan Y dari jabatannya sebagai Kasi Pemdes.

“Sekarang sudah tidak lagi bekerja sebagai Kasi Pemdes dan permasalahan ini sudah dilaporkan ke Pak Camat. Saya sudah menghubungi Y tapi dia sudah mendapat kerjaan baru di Cirebon dan belum bisa ditentukan kapan kembali. Pak Camat tahu permasalahannya silahkan hubungi Pak Camat saja,” kata Didi.

Sementara Camat Sukamantri, Haryanto mengatakan, pihaknya sudah mendengar permasalahan yang terjadi di Desa Cibeureum terkait dugaan penipuan pembuatan Akta Kelahiran. Bahkan sudah turun langsung ke desa dan memerintahkan Kepala Desa agar segera menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Kami tidak mau kehilangan kepercayaan dari warga desa, baik kepada aparat desa atau pun kecamatan. Nanti saya akan turun lagi untuk mengklarifikasi dan mencari solusi penyelesaiannya,” katanya.

Menurut Haryanto, bisa saja pihak desa melakukan pendataan siapa saja yang menjadi korban Y, selanjutnya segera diselesaikan pembuatan Akta Kelahirannya.


“Ini harus diselesaikan, jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali. Intinya warga yang akan membuat Akta Kelahiran harus segera direalisasikan,” katanya. (cZ-Lili)*
Share this article :

2 komentar:

  1. kadang membingungkan kok pegawai bisa begitu

    ReplyDelete
  2. wajar saja kalau dia bukan pns,lg cari sampingan

    ReplyDelete



 
ciamiszone | terbit sejak Oktober 2009
Copyright © 2017. ciamiszone.com - All Rights Reserved
Wed Admin nurdanian
Thanks to Creating Website and CaraGampang.Com