Home » » BNN Ungkap Sindikat Narkoba Jaringan Internasional

BNN Ungkap Sindikat Narkoba Jaringan Internasional

Written By yun ciamis on 21 April 2016 | 11:27 AM

ciamiszone.com :


BNN Pusat,- Dalam rangka Operasi Berantas Sindikat Narkoba (Ops Bersinar) 2016, Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap tiga jaringan sindikat internasional (Malaysia, Nigeria, Taiwan) yang berusaha mengedarkan sabu seberat 13,9 kg dari tiga kasus berbeda. Adapun TKP-nya di Berau, Bone, Yogyakarta dan Tangerang. Dari ketiga kasus tersebut, petugas mengamankan tujuh tersangka.

Sindikat internasional yang berhasil dibongkar oleh BNN antara lain, Jaringan Malaysia-Indonesia yang berhasil menggagalkan 10,8 kg sabu siap edar.

Sesuai rilis dari BNN Pusat yang disampaikan Kepala BNN Kabupaten Ciamis, Drs. Dedy Mudyana, M.Si Kamis (21/4/2016) menjelaskan, kasus pertama ini berhasil diungkap setelah BNN melakukan penyelidikan yang intensif terhadap informasi peredaran narkoba yang menggunakan jalur Malaysia-Tawau-Perairan Sebatik via Tarakan Kalimantan Utara.

Diperoleh informasi pula, para pelaku memecah barang di Pulau Bunyu, Tarakan menjadi tiga bagian, yaitu 2,8 kg untuk tujuan Samarinda, 8 kg tujuan Makassar dan 1 kg tujuan Palu.

Dijelaskannya, pada tanggal 4 April 2016, petugas melakukan pengejaran terhadap seorang kurir yang membawa sabu dari Malaysia dengan tujuan Samarinda. Kurir tersebut menggunakan jalur Tarakan-Tanjung Selor-Samarinda. Saat target melintasi kawasan Gunung Tabur, Berau Kalimantan Timur, petugas BNN berhasil mengamankan kurir yang diketahui berinisial HEN (31).

“Dari tangan HEN, petugas berhasil menyita sabu seberat 2.839 gram. Tidak berselang lama, petugas juga mengamankan ASH (41) yang bertugas mengawasi situasi sekitar dan membuka jalan untuk HEN,” katanya.

Dalam waktu yang bersamaan, petugas juga melakukan pengembangan dengan mengejar kurir yang akan membawa sabu dari Malaysia ke Makassar. Karena diduga kuat masih berada di Bone, petugas melakukan pengejaran hingga ke daerah desa Pattiro Sompe Keamatan Sibulue, Kab. Bone. Saat digerebek di sebuah rumah, si target melarikan diri karena mencium kedatangan petugas dari jauh, namun petugas berhasil menyita sabu seberat ±8.000 gram.

“Jaringan ini dikendalikan oleh seorang napi yang kini mendekam di sebuah lapas di Tarakan, Kaltara,” jelasnya.

Dalam kasus lainnya, sindikat Nigeria yang mengendalikan peredaran sabu 688,7 gram terungkap berawal dari informasi masyarakat tentang adanya transaksi narkoba di sebuah hotel di Yogyakarta. Setelah dilakukan pemantauan, seseorang yang keluar dari hotel dan dicurigai membawa narkoba itu bertolak ke Jakarta dengan menumpangi kereta. Setibanya di Jakarta, kurir tersebut bergeser ke daerah Tangerang.

Akhirnya, BNN menggagalkan transaksi sabu seberat 688,7 gram di di depan sebuah ruko di daerah Poris, Kecamatan Batu Ceper, Tangerang tanggal 14 April 2016. Di TKP, petugas meringkus dua orang laki-laki berinisial YAK (37) setelah menyerahkan sabu kepada ISK (39).

Dari keterangan YAK, ia beraksi di bawah kendali seorang perempuan bernama DS (36). Pada hari yang sama petugas pun berhasil mengamankan DS di sebuah apartemen di Karawaci, Tangerang.

YAK mengatakan, dirinya mendapatkan sabu tersebut dari seorang perempuan WNA Afsel yaitu LN (36) dan petugas mengamankan LN di daerah Dagen DIY masih di hari yang sama.

Jaringan ini dikendalikan oleh sindikat Nigeria yang diduga kuat masih berada di Jakarta. Petugas kini masih terus melakukan pengembangan kasus untuk memburu pelaku lainnya.

Pengungkapan kasus ini berhasil dilaksanakan dengan baik berkat sinergi yang kuat antara petugas BNN di pusat dengan para petugas BNN Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Jaringan Taiwan-Indonesia Diungkap

Rilis BNN Pusat yang diterima ciamiszone juga mengungkapkan terbongkarnya jaringan sindikat narkoba Taiwan-Indonesia, setelah petugas Bea dan Cukai Halim Perdana Kusuma mencurigai sebuah paket kiriman dari luar negeri yang dialamatkan kepada seseorang di Jalan Marsekal Surya Dharma, Tangerang. Dari hasil pemeriksaan, paket tersebut berisi UPS yang di dalamnya terdapat dua tea set berisi  sabu seberat 2.460 gram.

Petugas BNN melakukan pengembangan kasus ke alamat tersebut dan berhasil  mengamankan LWS, seorang anggota sindikat internasional  Taiwan, di Jalan Marsekal Surya Dharma, 30 Maret 2016.

Para tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (2) Junto Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2) Junto Pasal 132 ayat (1) UU No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. (cZ-01)

Share this article :

2 komentar:

  1. harus di buat undang-undang hukuman eksekusi mati bagi pemilik atau pengedar atau bandar narkoba dg jumlah tertentu

    ReplyDelete
  2. setelah ada lembaga penanganan khusus narkoba kini peredaran narkoba semakin sempit pergerakannya

    ReplyDelete



 
ciamiszone | terbit sejak Oktober 2009
Copyright © 2018. ciamiszone.com - All Rights Reserved
Wed Admin nurdanian
Thanks to Creating Website and CaraGampang.Com