Home » , » Wayang Ajen Tampil Beda di Pesona Galuh Nagari

Wayang Ajen Tampil Beda di Pesona Galuh Nagari

Written By yun ciamis on 19 August 2016 | 11:21 PM

ciamiszone.com :
ALUN-ALUN,- Sudah terbiasa setiap Hari Jadi Ciamis, warta Tatar Galuh disuguhi pagelaran wayang dari Bandung, Ki Dalang Asep Sunandar Sunarya dengan Giri Harja III-nya.

Namun, untuk dua tahun terkahir sepeninggalan Ki Dalang Asep Sunandar Sunarya, Hari Jadi Ciamis pun hanya menampilkan dalang-dalang lokal. Namun khusus tahun 2016 ini, Hari Jadi Ciamis bertepatan dengan masuknya bulan Suci Ramadan sehingga pergelaran wayang pun diundur ke bulan Agustus.

“Pertunjukan wayang tetap ada, tapi nanti di bulan Agustus,” kata Bupati Ciamis, H. Iing Syam Arifin.

Spektakuler... tidak tanggung-tanggung, Bupati Ciamis ternyata mengobati rindu warga Tatar Galuh akan pertunjukan wayang dengan menampilkan Pertunjukan Kolaborasi Wayang Ajen Pesona Indonesia dengan Ki Dalang Wawan Ajen yang juga putra daerah Ciamis, Sabtu malam (20/08/16) di Alun-alun Ciamis.

Penampilan Wayang Ajen tidak akan kalah seru dengan pendahulunya, Giri Harja III pimpinan Alm. Ki Dalang Asep Sunandar Sunarya, apalagi
Ki Dalang Wawan Ajen yang sudah berkeliling ke puluhan negara untuk memperkenalkan wayang golek, khas Jawa Barat kepada dunia itu, melengkapi pertunjukannya dengan teknologi kekinian.

“Kami lengkapi dengan teknologi, karena kecepatan teknologi informasi diimbangi dengan sajian multimedia, tata cahaya, tata suara dan tata panggung yang merekonstruksi struktur lama menjadi pola baru,” kata Wawan.

Menurut Wawan, dalam pertunjukannya nanti tidak akan terlepas dari kritik sosial terhadap keterpurukan kondisi para penjahat penjahat yg menghancurkan bangsa.

“Cerita aktual tentang kejadian berbagai kasus di negeri ini, mulai kasus berbagai pemalsuan kartu BPJS, vaksin palsu, beras palsu dan lain-lain menjadi bagian dari materi nanti,” katanya.

Dijelaskannya, lakon dalam Wayang Ajen menyuarakan kegelisahan masyarakat, ketidakberdayaan atas penderitaan dan keterpurukan akibat ketidakadilan besar.

“Sehingga derajat pertunjukan wayang golek bisa terangkat menjadi sebuah sajian yang menarik, gaul dan kekinian,” tegasnya.

Ada upaya dari Ki Dalang Wawan Ajen mengolah struktur pertunjukan wayang golek yang pada umumnya sebagai kesenian yang selalu taat dan setia pada tetekon dan pakem atau aturan baku. Dalam wayang ajen peranan tetekon dan pakem diposisikan sebagai lahan inspirasi yang bisa lebih dinamis dan tidak statis.

Tampil di puser tanah leluhurnya Tatar Galuh, Wawan Ajen mengaku  ada kebanggaan tersendiri, karena ternyata bisa tampil di Alun-alun Ciamis sebagai pusat Kota Ciamis.

“Saat Jagir Festival usai digelar awal Juli 2016, dengan mendulang kesuksesan dan kepuasan masyarakat. Sehingga mendorong untuk memindahkan panggung Wayang Ajen dari Jayagiri ke Alun-Alun Ciamis.  Pertamanya saya merasa ragu manakala Kabid Budaya dan Ekonomi Kreatif memberi ruang dan waktu pada Wayang Ajen. Tapi setelah terjalin diskusi panjang ahirnya disepakati gelaran Pesona Galuh Nagari yang juga sebagai branding pesona pariwisata Ciamis,” pungkasnya. (cZ-01)**
Share this article :

6 komentar:



 
ciamiszone | terbit sejak Oktober 2009
Copyright © 2018. ciamiszone.com - All Rights Reserved
Wed Admin nurdanian
Thanks to Creating Website and CaraGampang.Com