Home » , » Lestarikan Budaya Leluhur, Digelar Lomba Cipta Pelajar Nusantara Tingkat SD

Lestarikan Budaya Leluhur, Digelar Lomba Cipta Pelajar Nusantara Tingkat SD

Written By yun ciamis on 30 March 2017 | 3:07 PM

ciamiszone.com :
CISADAP, - Dalam melestarikan seni budaya nusantara, khususnya seni pupuh yang dirasa hampir punah karena dinilai kalah dengan seni modern, maka UPTD Pendidikan Kecamatan Ciamis menggelar Lomba Cipta Pelajar Nusantara Tingkat SD, di Komplek SD Cisadap Ciamis, Kamis (30/3/2017).

Kegiatan melibatkan tak kurang dari 44 SD se-Kecamatan Ciamis itu, berawal dari keprihatianan terhadap seni pupuh, khususnya di Ciamis.

Menurut Kepala UPTD Pendidikan Kec. Ciamis, Dede Sarto, S.IP, MM, M.Si, kegiatan digelar sebagai bentuk motivasi kepada anak didik untuk melestarikan seni pupuh sebagai budaya warisan leluhur.


Diantaranya Lomba Pasanggiri Pupuh Wanoja dengan harapan para remaja putri di Ciamis bisa melestarikan budaya warisan leluhur ini.

Pupuh berasal dari Bahasa Sunda, yaitu Pepeuh adalah bentuk puisi tradisional Bahasa Sunda yang memiliki jumlah suku kata dan irama tertentu di setiap barisnya. Terdapat 17 jenis pupuh, masing-masing memiliki sifat tersendiri dan digunakan untuk tema cerita yang berbeda,” katanya kepada ciamiszone, Kamis (30/3/2017).


Menurut Dede,  Pupuh adalah bait, aturan, lagu, tembang, puisi jawa lama, pola penyusunan syair  dan aturan-aturan puisi Jawa lama dalam menyusun syair yang digunakan untuk lagu-lagu tembang.

Pupuh terikat oleh Guru Wilangan dan Guru Lagu. Guru wilangan adalah patokan jumlah baris dari tiap bait serta jumlah suku kata/vokal dari tiap bait. Guru Lagu adalah patokan suara vokal dari ujung tiap bait. Pupuh Sunda jumlahna tujuh belas.

Pupuh Sunda dibagi menjadi 2 bagian, yaitu Sekar Ageung dan Sekar Alit. Sekar Ageung pembagian lagunya macam-macam, contoh : Kinanti, Sinom, Asmarandana, dan Dangdanggula (disingkat jadi KSAD).

Sementara Sekar Alit (pembagian lagunya sejenis) contoh Balakbak, Durma, Gambuh, Gurisa, Jurudemung, Lambang, Ladrang, Magatru, Maskumambang, Mijil, Pangkur, Pucung, jeung Wirangrong.

“Patokan tersebut harus dimengerti dulu oleh setiap peserta, karena bukan hanya asal membawakan lagu, tapi harus mengerti dan tau cara membawakan lagu pupuh ini,” kata Dede.

Dalam Cipta Pelajar Nusantara ini bukan hanya pupuh yang dilombakan, tapi  ada 9 jenis lomba dalam kegiatan tersebut diantaranya lomba melukis, membatik, menganyam, cipta puisi, pidato, pupuh dan dongeng.

“Saya berharap dengan ini dapat menciptakan generasi ke depan mempuyai keahlian yang tumbuh di dari anak itu sendiri,” tambahnya.

Salah satu peserta dari SD Kertsari, Shifa mengakui, dirinya menyukai batik sejak di sekolahnya ada kegiatan ekstra kulikuler membatik.

“Pelajaran ketrampilan membatik dapat membuat saya bisa berkreasi dan berinovasi apa yang akan saya buat,” katanya.

Sementara, Guru SDN 10 Ciamis, Iis Sukaeti mengakui, dengan adanya lomba membatik dapat memberika motivasi terhadap anak-anak.

“Saya lihat sendiri bagaimana anak-anak ini berkarya dengan batik. Intinya dengan ini kegiatan ini kreativitas anak terbangun. Kami berharap anak-anak muda di Ciamis selalu kreatif,” jelasnya sertaya menambahkan, membatik di sekolah memang hanya pelajaran ekstra kulikuler, namun peminatnya luar biasa. (Andik/cZ-01)*
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment



 
ciamiszone | terbit sejak Oktober 2009
Copyright © 2018. ciamiszone.com - All Rights Reserved
Wed Admin nurdanian
Thanks to Creating Website and CaraGampang.Com