Home » » Awal Juni 2017, PKH Non Tunai Sampai ke Seluruh Warga

Awal Juni 2017, PKH Non Tunai Sampai ke Seluruh Warga

Written By yun ciamis on 01 May 2017 | 10:46 PM

ciamiszone.com :
PENDOPO,- Bantuan sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) Non Tunai dipastikan menjangkau seluruh kabupaten/kota di Indonesia awal Juni 2017. Perluasan jangkauan ini dalam rangka percepatan kenaikan indeks keuangan inklusif hingga 75 persen di tahun 2019 mendatang. 

"Paling cepat akhir Mei 2017 semua kabupaten/kota seluruh Indonesia sudah menerima secara non tunai," ungkap Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa saat menyerahkan sejumlah bansos di Halaman Pendopo Kabupaten Ciamis, Senin (1/5/2017). 

Menurut Khofifah, penyaluran tersebut mencakup kabupaten/kota yang secara geografis berada di wilayah perbatasan, kepulauan, dan terluar Indonesia. Sebelumnya terobosan penyaluran bansos melalui perbankan ini hanya menyentuh 98 kota dan 200 kabupaten. 

Terkait sarana prasarana beserta infrastruktur pendukung, Kementerian Sosial bersama Himpunan Bank Negara (Himbara) telah mempersiapkannya. Termasuk berkoordinasi dengan PT Telkom terkait ketersediaan jaringan internet. 

"Untuk menjangkau wilayah-wilayah kepulauan, kami bekerjasama dengan BRI melalui Layanan Teras Kapal BRI. Dan untuk di Kabupaten Ciamis dengan Bank Mandiri, untuk daerah-daerah terpencil ada fasilitas layanan gerak yang menerapkan sistem jemput bola," tuturnya.

Menurutnya, perluasan jangkauan ini sejalan dengan nawacita butir kelima yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Dikenalkannya masyarakat kurang mampu dengan industri jasa keuangan bank tidak sekedar untuk mengambil bansos yang disalurkan pemerintah.

Masyarakat juga dikenalkan dengan apa itu kegunaan rekening, produk perbankan, perencanan keuangan keluarga, manfaat menabung, dan lain sebagainya, termasuk berbagai risiko yang mungkin terjadi. 

"Saat ini angka literasi atau pengetahuan masyarakat Indonesia tentang keuangan masih rendah, terutama di wilayah pinggiran. Alhasil, akses masyarakat ke perbankan masih didominasi masyarakat perkotaan," ujarnya. 

Diungkapkan, tradisi masyarakat untuk menabung masih bersifat tradisional. Tidak sedikit yang masih menyimpan uang di bawah tempat tidur atau tempat tertentu di dalam rumah mereka. Akibat yang paling buruk karena rendahnya literasi tersebut, banyak masyarakat terjebak rentenir atau investasi bodong. 

"Dengan diperkenalkan berbagai produk perbankan, masyarakat diajari untuk menabung dan mengakses permodalan yang lebih aman dan menguntungkan," imbuhnya.  (Andik/cZ-01)*
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment



 
ciamiszone | terbit sejak Oktober 2009
Copyright © 2017. ciamiszone.com - All Rights Reserved
Wed Admin nurdanian
Thanks to Creating Website and CaraGampang.Com