Home » » Pegawai Puskesmas Ciamis Mogok Kerja, Dinkes Turunkan Bantuan

Pegawai Puskesmas Ciamis Mogok Kerja, Dinkes Turunkan Bantuan

Written By yun ciamis on 11 August 2017 | 5:27 PM

ciamiszone.com :
CIAMIS,- Sehari pascarotasi/mutasi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis, puluhan pegawai Puskesmas Kecamatan Ciamis melakukan aksi mogok kerja, akibatnya pelayanan di Puskesmas Ciamis sempat terganggu, Jumat (11/8/2017) pagi.

Agar pelayanan tetap berjalan, Dinas Kesehatan Ciamis menurunkan sejumah pegawainya untuk memberikan bantuan pelayanan kepada masyarakat, karena setiap hari pasien yang datang ke Puskesmas Ciamis mencapai 150 orang.

Tidak diketahui secara pasti alasan para para pegawai memutuskan aksi mogok kerja. Namun menurut informasi, disinyalir adanya hubungan tidak harmonis antara Kepala UPTD Puskesmas Ciamis dengan para pegawainya yang sudah lama terjadi. Sebelumnya, para staf mengetahui Kepala UPTD mendapat surat undangan mutasi, namun setelah rotasi/mutasi selesai tidak ada dalam daftar hadir.

Para pegawai yang mogok berjumlah 60 pegawai ini kemudian mendatangi kantor BKPSDM Ciamis guna mempertanyakan hal tersebut. Di kantor Badan Kepegawaian para pegawai Puskesmas tersebut diterima Asda I Endang Sutrisna dan Kepala Dinas Kesehatan Ciamis, drg Engkan Iskandar, yang menyatakan perbuatan mereka salah karena sebagai Aparatur Sipil Negaran (ASN) telah meninggalkan kewajiban dalam bekerja melayani masyarakat.

"Jadi kalau rekan-rekan di Puskesmas Ciamis ada keinginan hal lain, ya boleh-boleh saja karena itu haknya, tetapi jangan meninggalkan tugas pekerjaan. Yang saya soroti sekarang mereka meninggalkan tugas pelayanan," kata Endang Sutriana.

Terkait dengan surat undangan rotasi/mutasi yang diterima oleh Kepala UPTD Puskesmas Ciamis, Hj. N Sulastri kemudian tidak ada dalam daftar tamu dan tidak jadi dirotasi/mutasi. Menurut Endang, memang surat dianulir dan tidak menjadi permasalahan karena hak dari pimpinan.

"Saya melihat pegawai itu kinerjanya, harus mendahulukan pelayanan kepada pelayanan masyarakat," ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Ciamis, drg Engkan Iskandar membenarkan sebelum-sebelumnya memang sempat mendengar terjadi riak-riak. Kemudian pihak dinas melakukan pembinaan, namun terjadi seperti ini, dinas akan menyelesaikan apa yang menjadi permasalahan sebenarnya.

"Sebetulnya kebijakan pimpinan itu harus ditaati dan dipatuhi, kalau misalkan sekarang karyawan ada upaya curhat waktunya kurang pas, jangan saat jam kerja, minimal jam pelayanan habis. Inti permasalahannya ada ketidakpuasan karyawan terhadap pimpinan," jelasnya.

Terkait undangan rotasi/mutasi kemungkinan salah ketik atau ada kemungkinan lain, sehingga diralat.

"Sekarang yang diperbantukam sekitar 15 pegawai, ada dokter umum tiga orang, perawat dan bidan, yang penting pelayanan tetap berjalan," katanya.

Engkan mengatakan, bagi para pegawai Puskesmas ini kemungkinan akan mendapat sanksi karena telah meninggalkan tugas. Bisa berupa teguran lisan maupun tulisan.

"Disanksi karena pertama tidak menjalankan tugas saat jam kerja,  tidak melarang menyalurkan aspirasi tapi waktunya tidak tepat. Jangan menuntut terus hak sementara kewajiban diabaikan," tuturnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Ciamis Hj. Neneng Sulastri menjelaskan, sebagai pimpinan harus menerapkan peraturan-peraturan yang ada. Tidak membuat peraturan-peraturan yang tidak dikehendaki oleh para pegawai.

"Kemarin saya menerima surat pelantikan rotasi/mutase, tetapi setelah datang ke pendopo di daftar hadir tidak ada, sehingga tidak jadi dimutasikan," katanya.

Sulaistri berharap, para pegawai Puskesmas untuk tetap bekerja seperti biasa, melakukan pelayanan terhadap masyarakat. Bila ada keluhan semua bisa dibicarakan dan diselesaikan. Karena berjalannya pelayanan maksimal tergantung para pegawai. (Voy)*
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment



 
ciamiszone | terbit sejak Oktober 2009
Copyright © 2017. ciamiszone.com - All Rights Reserved
Wed Admin nurdanian
Thanks to Creating Website and CaraGampang.Com