Home » » Desa Kertabumi Bersih Narkoba

Desa Kertabumi Bersih Narkoba

Written By yun ciamis on 30 December 2017 | 3:20 AM


ciamiszone.com :
CIJEUNGJING,- Sampai saat ini di Desa Kertabumi, Kecamatan Cijeungjing belum diketemukan data keterlibatan kasus narkoba. Tetapi bukan tidak mungkin permasalahan narkoba bisa masuk kapan saja ke wilayah Kertabumi tanpa diketahui.

Demikian diungkapkan Kepala Desa Kertgabumi, Engkus Kuswana yang mengapresiasi kegiatan Karang Taruna Ciptadimuntur di desanya dengan menggelar Sosialisasi Bahaya Narkoba bagi anggota Karang Taruna di Aula Balai Desa Kertabumi,  Jum’at (29/12/2017).

“Mudah-mudahan Desa Kertabumi bisa tetap bersih dan bebas dari permasalahan narkoba, tetapi bisa saja masuk ganpa diketahui karena perkembangan peredaran gelap narkoba tidak hanya masuk ke perkotaan saja namun sudah masuk ke desa-desa. Sehingga dampak yang ditimbulkannya bisa mencelakakan generasi muda,” katanya.

Engkus mengimbau kepada para pemuda jangan sampai terjerumus masalah narkoba, serta mudah-mudahan Desa Kertabumi tetap kondusif terhindar dari narkoba.


Sementara Ketua Karang Taruna, Dani Kusuma Nugraha menjelaskan, kegiatan diikuti 20 anggotanya itu merupakan wakil dari empat dusun yang ada di Desa Kertabumi.

“Mudah-mudahan anggota Karang Taruna bisa memahami dan mensosialisasikan kembali kepada anggota yang lainnya, apalagi permasalahan narkoba semakin berkembang dan bermuculan jenis-jenis narkoba baru yang mungkin masih awam bagi kami.,” katanya.

Menurut Dani, dengan kegiatan tersebut bisa menjadi salah satu sarana penyampaian informasi dan menambah pemahaman yang benar tentang narkoba, sehingga para anggota Karang Taruna khususnya tidak terjerumus kepada masalah narkoba yang sangat merugikan generasi muda.

Penyuluh BNNK Ciamis, Heri Kurniawan, S.Sos., dalam paparan materinya berjudul “Narkoba dan Permasalahannya” menjelaskan, Narkoba kependekan dari Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Adiktif yang jenis-jenisnya meliputi 1. Stimulan memacu kerja otak, bersifat psikoaktif (kokain, katinona, shabu, ekstasi) 2. Depresan menghambat kerja otak, bersifat penenang, menekan rasa nyeri (heroin, morfin, kodein, benzodiazepin, metadon) 3. Halusinogen menimbulkan halusinasi (ganja, meskalin, inhalan, psilosibina mushroom).

Menurut Heri tahapan penyalahgunaan berawal dari kompromi, yang merupakan sikap tidak tegas dalam menolak narkoba, berlanjut ke coba pakai, yaitu mulainya mencoba karena ingi tahu atau adanya pengaruh pertemanan, lalu ke habituasi, yaitu mengulangi pemakaian hingga menjadi sebuah kebiasaan, dan setelah itu ddiksi, merupakan ketagihan yang mendorong untuk terus menerus memakai narkotika dengan takaran yang kian meningkat.

“Upaya pencegahan yang bisa dilakukan, bisa melalui penyuluhan bahaya narkoba seperti yang saat ini kita laksanakan, pola hidup sehat dan produktifmengisi waktu dengan kegiatan yang positifselektif dalam memilih pertemanan,” jelasnya.

Dijelaskanya pula, pentingnya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman narkoba, mengingat narkoba merambah ke wilayah tanpa batas, tidak mengenal status sosial, untuk itulah dibutuhkan diteksi dini dan pencegahan dini dari ancaman narkoba yang suatu saat muncul di tengah-tengah masyarakat.

“Masyarakat hendaknya ikut  berperanserta dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), hal ini sangat penting guna menciptakan lingkungan masyarakat bersih narkoba,” tegas Heri. (cZ-01)*


Share this article :

0 komentar:

Post a Comment



 
ciamiszone | terbit sejak Oktober 2009
Copyright © 2017. ciamiszone.com - All Rights Reserved
Wed Admin nurdanian
Thanks to Creating Website and CaraGampang.Com