Home » » IPNU Pangandaran Deklarasikan Pelajar Anti Narkoba

IPNU Pangandaran Deklarasikan Pelajar Anti Narkoba

Written By yun ciamis on 20 January 2018 | 9:38 PM

ciamiszone.com :
PARIGI,- Acara pelatihan kader muda Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pangandaran diwarnai dengan deklarasi Pelajar Anti Narkoba.

Pelatihan yang diikuti oleh 48 perwakilan IPNU dan IPPNU dari Kab. Pangandaran, Ciamis dan Indramayu itu berlangsung tiga hari, Jumat-Minggu (19-21/01/2018) di Pondok Pesantren As- Syujaiyah Cintaratu Parigi, Pangandaran.

Ketua IPNU Kab. Pangandaran, Acep Rahlan Maulana mengatakan, isi deklarasi diantaranya, menyatakan haram hukumnya segala bentuk penyalahgunaan narkoba dan sejenisnya, menolak segala bentuk peredaran dan penyalahgunaan narkoba, mendukung dan menghargai segala bentuk upaya pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam memerangi dan menanggulangi bahaya penyalahgunaan narkoba dengan segala akibat yang ditimbulkannya, mendukung dan mendorong penegak hukum dan lembaga/instansi terkait untuk melakukan pemberantasan peredaran gelap narkoba dan semacamnya; dan terakhir, siap perang melawan narkoba.

Dalam kegiatan bertemakan “Meneguhkan Militansi Pelajar NU yang Berakhlak, Berkualitas, Berintegritas dan Loyalitas” itu peserta dibekali beberapa materi, diantaranya bahaya penyalahgunaan narkoba yang merupakan komitmen IPNU untuk menyelematkan generasi muda dari cengkraman narkoba.

Narasumber dari BNN yang juga Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Ciamis, Deny Setiawan, S.Sos., M.M., sangat mengapresiasi pihak PC IPNU-IPPNU Kabupaten Pangandaran.

Menurut Deny, digelarnya kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah kongkrit dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).


Dalam penyampaian materi berjujudul “Bahaya Penyalahgunaan Narkoba” Deny menjelaskan apa itu narkoba, jenis-jenis narkoba, bahayanya bagi kesehatan serta sanksi hukumnya.

“Peserta diharapkan dapat memiliki sikap untuk terampil mampu menolak baik menyalahgunakan maupun mengedarkan narkoba, mengingat ancaman pidana bagi pelaku kejahatan narkoba sangat berat, namun bagi mereka para penyalahguna atau pecandu narkoba berlaku humanis,” katanya seraya mengakui, hal ini sejalan dengan amanat Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika pasal 54, bahwa pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika  wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Dijelaskannya, peranserta semua pihak sangat dibutuhkan untuk menanggulangi bahaya penyalahgunaan narkoba ini, dan dirinya mengajak semua pihak termasuk peserta yang hadir untuk bekerjasama bahu membahu dalam upaya P4GN. (cZ-01)*
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment



 
ciamiszone | terbit sejak Oktober 2009
Copyright © 2018. ciamiszone.com - All Rights Reserved
Wed Admin nurdanian
Thanks to Creating Website and CaraGampang.Com