Home » » Panen Raya Capai 1.100 Hektare, Petani Jangan Ragu Jual Gabah ke Bulog

Panen Raya Capai 1.100 Hektare, Petani Jangan Ragu Jual Gabah ke Bulog

Written By yun ciamis on 25 January 2018 | 3:57 PM

ciamiszone.com :
PANJALU,- Luas tambah tanam di Kabupaten Ciamis paling tinggi di Jawa Barat, dengan sasaran 33 ribu hektare, saat ini sudah tertanam 30 ribu. Untuk panen perdana Januari 2018 ini baru mencapai 1.100 hekatare.

Demikian dikatakan, Kepala Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati, Badan Karantina Pertanian yang juga Wakil Penanggung Jawab Tim Upsus Jawa Barat, Dr Antarjo Dikin, saat panen raya padai masa tanam 2017/2018 di Desa Sandingtaman, Kecamatan Panjalu, Kamis (25/01/2018).

"Semangat Ciamis ini perlu dipertahankan. Ditambah Ciamis ini selalu surplus sekitar 200rb ton untuk daerah lain," katanya.

Menurut Antarjo Dikin, Perum Bulog bakal membeli gabah petani berapa pun jumlahnya dengan harga komersil yang berlaku di pasar saat itu. Sehingga petani diminta untuk tidak ragu menjual kepada Perum Bulog. Juga tidak perlu mencari pedagang lain, karena pemerintah menjamin perlindungan harga atas hasil usaha pertanian.

Sementara Bupati Ciamis, H. Iing Syam Arifin sempat memberikan bantuan benih padi dengan varietas unggul Inpari 32 kepada Poktan Cinta Manik dengan harapan, petani bisa menanam padi dengan benih yang lebih tahan.

Bupati mengapreasi kerja keras petani di Ciamis karena dapat menghasilkan surplus 200 ribu ton dari kebutuhan kabupaten sehingga dapat menyumbang stok ketersediaan beras secara nasional.

"Kita bisa menghasilkan padi mencapai 530 ribu ton. Sementara yang diproduksi dibanding dengan jumlah penduduk hanya 300 ribu ton. Sisanya surplus, dan menjadi penyedia beras nasional. Dari Ciamis ini ada yang dikirim ke Lampung sampai Kalimantan," katanya.

Sedangkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis Ir Kustini menuturkan, panen raya dan serap gabah petani merupakan rangkaian kunjungan kerja dari Tim Upsus Pajale Pusat Jawa Barat.

Menurutnya, Kabupaten Ciamis memiliki lahan seluas 143 ribu hektare, untuk area sawah sekitar 35 ribu hektare.

"Untuk Januari panen mencapai 1.100 hektare. Februari dan Maret akan panen serempak sebanyak 20 ribu hektare, terutama untuk wilayah selatan Ciamis," katanya.

Diakuinya, kendala yang dihadapi saat ini dalam produktifitas yang belum merata. Walaupun rata-rata produksi per hektare mencapai 6,6 ton. Hal itu disebabkan karena kondisi lahan berada di sawah terasering.

"Tidak semua di lahan irigasi. Kendala lainnya, dari total 35 ribu hektare, sebanyak 8 ribu hektare merupakan sawah tadah hujan. Jadi tergantung hujan," katanya.

Selain itu, belum optimal sarana pengairan di wilayah Lakbok dan Purwadadi. Sering tergenangan saat hujan dan kekeringan saat kemarau. Serangan hama di beberapa wilayah, terutama di daerah yang lengkob berpotensi serangan hama. (Aldi)*
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment



 
ciamiszone | terbit sejak Oktober 2009
Copyright © 2018. ciamiszone.com - All Rights Reserved
Wed Admin nurdanian
Thanks to Creating Website and CaraGampang.Com