Home » , » Penyalahguna Narkoba Berhak untuk Hidup Sehat

Penyalahguna Narkoba Berhak untuk Hidup Sehat

Written By yun ciamis on 21 March 2018 | 4:05 AM

ciamiszone.com :

WISMA PGRI,- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ciamis melalui Seksi Rehabilitasi menggelar Sosialisasi Program Rehabilitasi dan Pasca Rehabilitasi Penyalahguna Narkoba, dengan tema “Penyalahguna Narkoba Berhak untuk Hidup Sehat Rangkul dan Ajak Mereka untuk Direhabilitasi” di Gedung Wisma PGRI, Jalan Ahmad Yani Ciamis, Selasa (20/3/2018).

Sebanyak 25 peserta hadir dari perwakilan berbagai dinas di lingkup Pemkab Ciamis, termasuk sejumlah UPTD Puskesmas, Inabah II Putri, XVII, XVIII, XXIV dan Inabah XXV, juga Yayasan Ar-rahmaniyyah dan Yayasan I’Anatushsyibyan.

Kepala BNNK Ciamis, AKBP Yaya Satyanagara, S.H., dalam paparannya berjudul “Arah dan Kebijakan Program Rehabilitasi” menjelaskan, masih ada anggapan bahwa pecandu itu aib keluarga, sampah masyarakat, sebenarnya mereka itu orang sakit yang harus diobati, kita harus peduli dengan mereka kita harus rangkul mereka, rehabilitasi mereka secara menyeluruh dan berkelanjutan sampai pulih.


“Jadi sesuai tema sosialisais ini, penyalahguna narkoba berhak untuk hidup sehat Rangkul dan Aaak mereka untuk direhabilitasi,” katanya.

Menurut Yaya, kebijakan BNN dalam program rehabilitasi saat ini lebih terfokus pada kualitas layanan rehabilitasi, sehingga diperlukan standar layanan rehabilitasi, dibentuk standar nasional dengan komponen minimal untuk mengatur regulasi pelaksanaan rehabilitasi medis dan sosial baik di instansi pemerintah maupun masyarakat.

Tujuan tersedianya standar layanan rehabilitasi yang dapat digunakan dalam penyelenggaraaan layanan rehabilitasi bagi pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika di instansi pemerintah dan masyarakat, sebagai acuan bagi petugas rehabilitasi dalam pengembangan dan pelaksanaan layanan terapi dan rehabilitasi penyalahgunaan narkotika,” jelasnya.


Kasi Rehabilitasi BNNK CiamisAris Nuryana,S.Sos., yang juga narasumber dengan judul materi Program Layanan Rehabilitasi Instansi Pemerintah menjelaskan, maksud kegiatan untuk meningkatkan sinergitas implementasi kebijakan antar instansi dalam upaya P4GN khususnya dalam pelayanan Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkoba.

“Tujuannya untuk meningkatkan koordinasi dan sinergitas antar instansi pemerintah dan komponen masyarakat dalam upaya P4GN, serta menyampaikan informasi mengenai layanan rehabilitasi dan pascarehabilitasi penyalahgunaan narkoba kepada unit-unit terkait di wilayah Kabupaten Ciamis,” katanya.

Narasumber dari Inabah II Putri (Yayasan Sirnarasa), Dra. Hj. Dewi Khoer Mulyana, M.Si., dengan judul materi Layanan Program Rehabilitasi Inabah II Putri menerangkan, Pusat Perawatan Inabah II Putri menyediakan perawatan serta penanganan intensif melalui binaan ibadah atau bimbingan dzikir dan sholat sunat lainnya, juga konseling untuk pecandu dan keluarga yang telah dikombinasikan dengan program dari Kemensos.

“Inabah II Putri mengembangkan dan menjalankan program pemulihan adiksi narkoba dengan tujuan mewujudkan insan yang cageur bageur dapat melaksanakan fungsi sosial dalam kehidupan bermasyarakat serta dapat mengembangkan landasan yang bertaqwa,” jelasnya.

Dua anak binaan Inabah II putriwarga Tegal dan asal Cimahi hadir memberikan testimoni kenapa sampai terjerumus dalam masalah narkoba.

Keduanya menjelaskan, awalnya terjerumus narkoba akibat dari kurangnya perhatian orangtua, sehingga mereka mencari perhatian di luar rumah bergaul dengan para pemakai dan penyalahguna obat-obatan dan jenis narkoba ganja.

Mereka dalam mengakhiri testimoninya mengimbau untuk lebih peduli kepada anak-anaknya supaya tidak ikut terjerumus kepada penyalahgunaan narkoba.

Sementara KH. R. Hidayat dari Yayaysan I’Anatushsyibyan menerangkan proses penanganan masalah korban lahgun napza yaitu : Tahap detoksifikasi; Tahap primer; Tahap re-entry (Pembinaan Lanjut.)  

Hidayat menjelaskan, yang terpenting dari proses rehabilitasi yaitu adanya pendampingan, pendampingan adalah proses interaksi dinamis antara pendamping dengan klien dalam rangka menumbuhkan keyakinanmemecahkan masalah, memperkuat dukungan, memotivasi, memfasilitasi dan menjembatani kebutuhan klien dalam melaksanakan kegiatan, mendayagunakan berbagai sumber.

“Potensi pendamping harus membangun sikap saling percaya antar pendamping maupun dengan eks klien sebagai dampingannya, pendamping itu bukan hanya pintar tetapi harus benar dan bijak, juga harus tahu kearifan lokal untuk memahami si klien pascarehab,” tegasnya. (cZ-01)*
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment



 
ciamiszone | terbit sejak Oktober 2009
Copyright © 2018. ciamiszone.com - All Rights Reserved
Wed Admin nurdanian
Thanks to Creating Website and CaraGampang.Com