Home » , » Meriah “Ngikis” di Karangkamulyan

Meriah “Ngikis” di Karangkamulyan

Written By yun ciamis on 07 May 2018 | 3:39 PM

ciamiszone.com :

CIJEUNGJING,- “Ngikis” merupakan tradisi warga Ciamis, khususnya di Desa Karangkamulyan, Kec. Cijeungjing yang digelar setiap menjelang masuknya Bulan Suci Ramadan sekaligus menggelar munggahan bersama di Obyek Wisata Budaya Ciungwanara Karangkamulyan.

Ngikis tahun ini berlangsung meriah, apalagi diwarnai dengan penampilan sejumlah pementasan seni tradisional dan dihadiri oleh sejumlah budayawan dari berbagai daerah bukan hanya dari Jawa Barat atau Tatar Sunda tetapi juga dari Pulau Jawa lainnya, Bali dan daerah nusantara lainnya, Senin (7/5/2018).

 Ketua Panitia Tradisi Ngikis, Sodikin S.pd, MM mengakui, Ngikis berarti membersihkan diri, menjaga diri dan sikap dari perbuatan buruk. Tujuannya agar memagari hati dan perilaku serta hawa nafsu, membersihkan diri menjelang pelaksanaan kewajiban di Bulan Puasa.

Menurut Sodikin, sabagai simbol untuk memberisihkan diri tersebut, Ngikis dilakukan dengan mengganti pagar di Situs Pangcalikan di Objek Wisata Ciungwanara. Yaitu simbol untuk menyucikan diri dengan memagar hati, menjaga dari perbuatan tercela, supaya saat melaksanakan ibadah puasa keadaan benar-benar bersih.

Prosesi penggantian pagar tersebut dilakukan di Situs Pangcalikan yang merupakan tempat kedudukan Raja Galuh yaitu Prabu Galuh Ratu Pusaka atau Prabu Adimulya Sanghyang Cipta Permanadikusuma.

“Pemasangan atau mengganti pagar tersebut dilakukan oleh unsur pemerintahan, budayawan, dan para keturunan,” katanya.

"Alhamdulillah Ngikis tahun ini sediit berbeda dnegan tahun sebelumnya, karena sekarang banyak tamu yang hadir bukan hanya dari wilayah Ciamis, melainkan berbagai daerah seperti dari Cirebon, Bali, Solo, purwakarta,dan beberapa daerah lainnya di Nusantara,” jelasnya.

Saah seorag budayawan yang hadir, Dedi Mulyadi, menjelaskan, Ngikis ini selain untuk bersyukur atas rezeki yang diberikan oleh Sang Maha Pencipta juga mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan di Objek Wisata Budaya Ciungwanara Karangkamulyan.




“Kegiatan ini juga untuk mengenalkan kepada masyarakat bahwa tempat ini merupakan pusat Kerajaan Galuh, selian itu juga sebagai upaya dalam melestarikan adat dan budaya peninggalan leluhur Sunda,” tegas Bupati Purwakarta non aktif tersebut. (Aldi)*
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment



 
ciamiszone | terbit sejak Oktober 2009
Copyright © 2018. ciamiszone.com - All Rights Reserved
Wed Admin nurdanian
Thanks to Creating Website and CaraGampang.Com