Breaking News

Polisi Ungkap Kasus Mayat Terkubur Pasir di Pangandaran

ciamiszone.com :

MAPOLRES,- Hanya dalam kurun waktu kurang dari tiga hari, Polres Ciamis berhasil mengungkap kasus penemuan mayat terkubur pasir di Pantai Barat Pangandaran, korbanya adalah Hendika Saputra (30) seorang buruh harian lepas, warga Dusun Sukasari, Desa Sukajadi, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis.

Menurut Kapolres Ciamis, AKBP Bismo Teguh Prakoso, polisi juga berhasil mengamankan tersangka DH Bin Sodik (36), warga Dusun Sukamaju, Desa Sukajadi, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis. Bukan hanya pelaku yang diamankan, tetapi dua orang penadah pun berhasil diringkus, yaitu MN (24) warga Dusun Emplak, Kec. Kalipucang, Kab. Pangandaran dan Hen (33) warga Desa Sukajamaju, Kec. Pamarican, Kab. Ciamis.

“Seorang pelaku dan dua orang yang diduga penadah hasil jarahan tersangka, sudah kami amankan berikut barang buktinya,” kata Kapolres saat eksposnya didampingi Kasat Reskrim dan Kapolsek Pangandara, di Malpolres Ciamis, Senin (11/06/2918).

Dijelaskan Kapolres, modus pembunuhan dilakukan ketika korban menginginkan ilmu kekebalan yang diyakini korban dimiliki oleh pelaku, sehingga korban menuruti apa saja yang menjadi persyaratannya.

“Berdalih akan melakukan transfer ilmu dengan cara dikubur dalam pasir, tersangka ternyata mempunyai niat lain yaitu menguasai seluruh barang berharga milik korban, diantaranya sepeda motor dan handphone,” katanya.

Menurut Kapolres, korban bersedia dikubur hidup-hidup karena dijanjikan hanya dalam tiga menit saja dan hanya sebatas leher yang dipadatkan, sedangkan bagian kepalanya hanya ditutupi pasir tanpa dipadatkan. Tapi kenyataannya korban dibiarkan  terkubur lebih dari tiga menit sampai menghembuskan nafas terakhir.

Pelaku hanya memantau dari kejauhan,  setalah mengetahui korban meninggal, pelaku langsung memadatkan pasir di bagian kepala korban, agar benar-benar terkubur dengan tujuan untk menghilangkan jejak.

Setelah melakukan aksinya itu, tersangka berhasil menguasai barang milik korban yaitu sebuah sepeda motor dan handphone yang kemudian dijual dengan alasan digadaikan kepada dua orang “penadah” yaitu MN dan Hen.

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan pasal asal 340 jo Pasal 338 Jo Pasal 365 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun dan para penadah 15 tahun. (Aldi/Andik ST)*

Post a Comment

0 Comments