Home » » Banjiri Pasar, Kelapa Tidak Laku Dijadikan Kopra

Banjiri Pasar, Kelapa Tidak Laku Dijadikan Kopra

Written By yun ciamis on 24 July 2018 | 9:53 AM

ciamiszone.com :

RAJADESA,- Pascalebaran 2018 beberapa bulan lalu harga kelapa mengalami penurunan, sebelumnya Rp2.500 sampai Rp3.000 per butirnya, kini hanya dikisaran Rp1.500 per butir. Akibatnya kelapa di pasaran cukup melimpah, sehingga petani dan pedagang pun berinisiatif menjadikan kelapa yang tidak laku diolah menjadi kopra sebagai bahan baku minyak goreng.

“Sekarang memang banyak kelapa yang diolah menjadi kopra karena tidak laku dijual gelundungan. Masih ada tumpukan kelapa sekitar 10 ribu butir akan dibuat kopra,” kata Agus, salah seorang pedagang kelapa di Pasar Rajadesa kepada ciamiszone, Seasa (24/7/2018).

Menurut Agus, harga pasaran kelapa beberapa bulan terakhir terpuruk, kini harga kelapa kualitas terbaik hanya Rp1.500,- kualitas menengah Rp1.000,- dan kualitas rendah Rp700,- per butir.

Sementara pedagang kelapa lainnya, Didin (31) warga Terbah, Desa Sukanagara, Kecamatan Jatinagara menjelaskan, hanya kelapa gelundungan yang kulitnya segar atau basah yang laku di pasaran, sedangkan kelapa yang sudah kering dihargai di bawah Rp1.000,- per butirnya.

“Kelapa kering yang tidak laku di pasaran, diolah menjadi kopra untuk menyelamatkan panenan dan mengurangi kerugian lebih besar,” katanya.

Diakuinya, setelah diolah menjadi kopra sbagai bahan baku pembuatan minyak goreng, harga jualnya memang naik mencapai Rp5.000 per kg. Meskipun lebih tinggi dibandingkan harga butiran kelapa, petani tetap masih merugi karena untuk menghasilkan satu kilogram kopra, paling tidak membutuhkan kelapa antara 4 - 5 butir.

“Belum lagi untuk biaya tenaga pekerja memisahkan bagian daging dengan tempurung kelapa dan pengeringannya,” tambah Didin.

Menuutnya, terpuruknya harga panenan kelapa dari petani berdasarkan informasi dari kalangan pedagang besar, karena ditunjang juga dengan masuknya produksi kelapa dari luar Pulau Jawa yang membanjiri pasar sehingga barang melimpah. (Aldi)*
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment



 
ciamiszone | terbit sejak Oktober 2009
Copyright © 2018. ciamiszone.com - All Rights Reserved
Wed Admin nurdanian
Thanks to Creating Website and CaraGampang.Com