Home » » Bendera Cimari Pasok Pasar Lintas Provinsi

Bendera Cimari Pasok Pasar Lintas Provinsi

Written By yun ciamis on 07 July 2018 | 9:00 PM

ciamiszone.com :

CIKONENG,- Sudah menjadi kewajiban seluruh bangsa Indonesia, tanggal 17 Agustus setiap tahunnya memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, sebagai ungkapan peringatan, bendera merah putih pun dikibarkan di seluruh penjuru tanah air.

Momen tersebut tidak terlepas dari peran para produsen atau pengrajin bendera yang menjadikan berkah tersendiri setiap menjelang HUT RI.

Seperti Suryaman (51) seorang pengusaha bendera merah putih di Dusun Ranjirata RT 14 RW 05 Kampung Cileduk, Desa Cimari, Kecamatan Cikoneng mengaku, setiap menjelang HUT RI dirinya memasok bendera produksinya samai ke pasar-pasar lintas provinsi, seperti daerah Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah.

“Bendera merah putih produk Cimari ini juga kami pasok ke daerah Semarang, Kudus dan Purworejo untuk perkantoran maupun rumah pribadi,” kata Suryaman kepada ciamiszone, Sabtu (7/7/2018).

Ayah tiga anak dari sang istri Yatirusyati ini mengawali usahanya sejak lulus dari bangku SMA meneruskan usaha keluargaya. Keahlian membuat aneka bendera dan umbul umbul merah putih diturunkan oleh sang ayahnya. Para pekerjanya pun berasal dari warga setempat.

“Sebagian besar warga di sini menggantungkan hidupnya pada bisnis penjualan bendera merah putih, bulan Agustus menjadi berkah bagi kami semua,” katanya.

Diakuinya, usaha yang ditekuninya itu sudah memberi penghidupan bagi warga setempat yang bekerja di tempatnya. Tak kurang dari lima biru kodi bendera dan atribut agustusan disiapkan dengan omset mencapai Rp1,7 miliar setiap musim agustusan.

"Pembuatan bendera terus berjalan setiap bulan, mulai Desember atau Januari produksi ditingkatkan karena pesanan bandar dari berbagai daerah menjelang agustusan meningkat,” jelasnya.

Produksi bendera menjelang HUT RI bisa menghabiskan kain sedikitnya 200 rol per hari. Setiap rolnya setara dengan 90 meter, hasil produksi bermacam macam mulai dari yang kecil hingga besar.

Diakuinya, pasokan bahan baku tak menjadi kendala namun ada kenaikan harga hingga 40%, hal ini mempengaruhi harga jual. Untuk menyesuaikan kenaikan biaya produksi, harga jual pun bervariatif mulai Rp25 ribu hingga Rp50 ribu setiap benderanya berdasarkan ukuran.

Suryaman berharap, usaha produksi bendera dan atribut merah putih ini mendapat perhatian pemerintah, karena selama ini belum dirasakan perhatiannya dalam meningkatkan usaha. Padahal jika dikembangkan akan memberikan peningkatan pendapatan bagi warga sekitar. (Andk ST)*
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment



 
ciamiszone | terbit sejak Oktober 2009
Copyright © 2018. ciamiszone.com - All Rights Reserved
Wed Admin nurdanian
Thanks to Creating Website and CaraGampang.Com