Home » » Janggal, Penjaringan Calon Rektor akan Dibawa ke Jalur Hukum?

Janggal, Penjaringan Calon Rektor akan Dibawa ke Jalur Hukum?

Written By yun ciamis on 05 July 2018 | 9:05 AM

ciamiszone.com :
UNIGAL,- Penetapan Yayasan Pendidikan Galuh (YPG) Ciamis terkait calon rektor Universitas Galuh (Unigal) Ciamis terpilih perode 2018-2022, Dr. H. Yat Rospia Brata dinilai janggal oleh kandidat rektor lainnya, Dr. Yagus Triana, mengingat dalam regulasi awal proses penjaringan dirinya lolos ke pertimbangan senat dan hasilnya mengantongi suara 16 sementara rivalnya 10 suara.

Yagus pun mengakui, dirinya dimungkinkan akan mencari keadilan melalui jalur hukum, sebagai cara untuk mencari kebenaran.

“Aneh,  regulasi proses penjaringan sudah berjalan dengan baik,  termasuk persyaratan adimistrasi bahkan sudah vooting dan saya menang, tapi kenapa saya dinyatakan tidak memenuhi syarat. Padahal hasilnya dituangkan dalam berita acara yang disyahkan oleh Ketua Senat,” kata Yagus, Kamis (5/7/2018).

Menurut Yagus, hasil pertimbangan senat menunjukan kepecayaan dari senat untuk menduduki jabatan rektor, tapi ada masalah apa? tiba-tiba terjadi perubahan hasil hingga yayasan mengeluarkan penetapan yang berbeda. Ada logika apa sampai penetapannya berbeda? Atas dasar apa?

Dengan kenyataan seperti itu, Yagus mengakui, dirinya dimungkinkan akan mencari keadilan melalui jalur hukum, karena ini merupakan preseden buruk karena regulasi yang tidak jelas.

Menurutnya, terjadinya praktik keseweng-wenangan dari pihak tertentu ini dimungkinkan bisa menghambat perkembangan majunya kampus, dagelan demokrasi yang terjadi merupakan bentuk penodaan demokrasi sehingga terjadi “pemaksaan kehendak”.

Diakuinya, tidak menutup kemungkinan hal ini akan diperkarakan sebagai cara untuk mencari kebenaran dalam proses pembelajaran.

“Bukan berarti ambisi, tapi berusaha menegakan demokrasi dengan meluruskan regulasi, karena demokrasi harus normatif dan rasional,” tegasnya.

Dijelaskan Yagus, jika dirinya dinyatakan tidak memenuhi syarat kenapa bisa sampai lolos adminitrasi, dan tidak dinyatakan gugur sejak awal karena tidak memenuhi persyaratan.

Padahal berdasarkan pengakuannya, dirinya sudah memenuhi persyaratan sebagaimana yang dipermasalahkan YPG, sesuai aturan statuta  pasal 48 tentang Rektor, dalam ayat 3 huruf (a) tersebut mengisyaratkan, pendidikan doktor dengan jabatan fungsional akademik serendah-rendahnya lector dan memiliki pengalaman dalam jabatan struktural serendah-rendahnya wakil dekan atau eseloneringnya yang sederajat selama sekurang-kurangnya empat tahun.

“Pengalaman saya dalam jabatan struktural serendah-rendahnya wakil dekan atau eseloneringnya yang sederajat secara adminidtrasi sudah saya lampirkan dan dinyatakan lolos oleh panitia penjaringan, karena saya pernah menempati jabatan dimaksud selama tujuh tahunan. Diantaranya, pernah menjadi Pembantu Dekan STIE selama kurang lebih tiga tahun, Ketua LPPM selama kurang lebih tiga tahun dan menjadi Wakil Rektor dua tahun. Justru yang jelas saya tidak merangkap sebagai pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) lain,” jelasnya. (cZ-01)*
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment



 
ciamiszone | terbit sejak Oktober 2009
Copyright © 2018. ciamiszone.com - All Rights Reserved
Wed Admin nurdanian
Thanks to Creating Website and CaraGampang.Com