Home » » Ratusan Mahasiswa Desak Transfaransi Panitia Penjaringan Rektor

Ratusan Mahasiswa Desak Transfaransi Panitia Penjaringan Rektor

Written By yun ciamis on 02 July 2018 | 2:12 PM

ciamiszone.com :

UNIGAL,- Pascapertimbangan calon Rektor Universitas Galuh (Unigal) CIams, tanggal 26 Juni 2018 lalu, ratusan mahasiswa Unigal yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus (AMPK) melakukan aksi unjuk rasa di kampus setempat menuntut transfaransi Panitia Penjaringan Rektor, Senin (2/7/2018).

Mahasiswa juga menuntut panitia penjaringan bakal calon Rektor lebih tegas menjalankan aturan. Mahasiswa juga kecewa karena lingkungan akademik yang seharusnya memberikan contoh yang baik terkait aturan dalam berdemokrasi

Korlap Aksi yang juga Presiden Mahasiwa, Ade Apipudin mengatakan, hasil pemilihan Rektor Unigal oleh anggota senat dirasa oleh mahasiswa tidak memenuhi unsur hokum, yaitu seluruh calon tidak memenuhi syarat sesuai dengan aturan Statuta Yayasan berdasarkan Surat Edaran Dirjen Dikti Nomor 2705/D/T/1998.


“Kami sebagai mahasiswa yang seharusnya belajar bagaimana berdemokrasi sesuai aturan yang ada malah diberikan contoh yang tidak baik,” katanya.

Dalam orasinya, masahasinya menjelaskan, salah satunya poin yang dilanggar adalah aturan statuta pasal 48 tentang Rektor ayat 3 huruf (a), yakni pendidikan Doktor dengan jabatan fungsional akademik dan memiliki pengalaman dalam jabatan struktural serendah-rendahnya wakil dekan atau eseloneringnya yang sederajat selama sekurang-kurangnya empat tahun sesuai Surat Edaran Dirjen Dikti Nomor 2705/D/T/1998 tidak merangkap sebagai pimpinan di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) lain.

Mahasiswa menuntut kepada panitia penjaringan agar melakukan pengecekan ulang, diskualifikasi terhadap calon yang tidak memenuhi syarat sesuai dengan aturan yang berlaku dan meminta agar Panitia Penjaringan harus lebih tegas dalam menjalankan tugasnya serta bertindak normatif.
Mereka juga mendesak pihak yayasan bersikap tegas dalam mengambil keputusan penetapan Rektor sesuai aturan yang berlaku demi masa depan dan kemajuan Unigal.

“Kalau ada pemalsuan data administrasi dalam proses penjaringan yang dilakukan panitia, kami menuntut agar segera ditindak, bila perlu dipidanakan, sebab dapat mencoreng civitas akademik kampus. Pengunduran diri salah satu Bakal Calon Rektor disaat pemilihan adalah suatu kejanggalan karena dilakukan tanpa dasar, sehingga kami sebagai mahasiswa yang peduli dengan kampus menginginkan transparansi dan contoh yang baik dari para Akademisi Kampus,” jelas Ade.

Menanggapi hal itu, Ketua Yayasan Pendidikan Galuh, Drs. H. Otong Husni Taufiq, S.IP., M.Si menegaskan, untuk menidaklanjuti dan menyikapi aspirasi mahasiswa, pihaknya akan secepatnya mengambil sikap sesuai aturan yayasan dan amanat Undang-undang.

“Kita akan mengambil sikap berdasarkan aturan yayasan sesuai amanat Undang-Undang. Yang jelas, dalam proses ini jangan sampai ada kekosongan jabatan Rektor terhitung mulai  5 Juli 2018 nanti,” katanya singkat. (Aldi/cZ-01)*
Share this article :

1 komentar:

  1. Mdah2n bisa beres sesuai aturan, dan rektor terpilih amaanh

    ReplyDelete



 
ciamiszone | terbit sejak Oktober 2009
Copyright © 2018. ciamiszone.com - All Rights Reserved
Wed Admin nurdanian
Thanks to Creating Website and CaraGampang.Com