Home » » Yagus Gugat Pelantikan Rektor Unigal ke Pengadilan

Yagus Gugat Pelantikan Rektor Unigal ke Pengadilan

Written By yun ciamis on 05 July 2018 | 9:14 PM


ciamiszone.com :

CIAMIS,- Setelah berbagai cara mencari kebenaran tentang kejelasan regulasi penjaringan calon Rektor Universitas Galuh (Unigal) Ciamis dilakukan, baik dengan beraudensi atau pun melakukan aksi, namun tidak satu pun perwakilan dari pihak rektorat atau pun Yayasan Pendidikan Galuh (YPG) Ciamis menanggapi hingga proses pelantikan pun berjalan.

Dengan dilantikannya Dr. H. Yat Rospia Brata sebagai Rektor Unigal masa bakti 2018-2022 hasil pertimbangan yayasan, Kamis (5/7/2018) karena calon lainnya, Dr. Yagus Triana dinyatakan tidak memenuhi syarat meskipun hasil pertimbangan senat mengantongi suara 16 dibanding Yat Rospia yang hanya 10 suara, maka Yagus pun resmi menyerahkan kasus tersebut kepada kuasa hukum untuk melakukan gugatan ke pengadilan.

“Gugatan ke pengadilan ini bukan berarti ambisi, tapi berusaha menegakan demokrasi dengan meluruskan regulasi, karena demokrasi harus normatif dan rasional,” kata Yagus usai memimpin aksi di halaman Gedung Rektorat, Kamis (5/7/2018).

Dijelaskannya, dirinya berusaha tabayun untuk mencari kebenaran dengan mengajak beraudensi atau berdiskusi terkait permasalahan yang terjadi, namun tidak ada respon. Termasuk aksi-aksi yang dilakukan.

“Jadi tidak ada cara lain selain menempuh jalur hukum, saya sudah menunjuk kuasa hukumnya dari Bandung,” tegas Yagus.

Menurut Yagus, penyelengaraan pendidikan di Unigal tidak  bisa dilakukan dengan tirani dan kesewenang-wenangan tetapi ada rasionalitas, ada norma yang harus ditegakan. Rektor itu harusnya pemimpin yang terpilih bukan yang dipilih karena ada kewenangan senat yang memiliki kewenangan mutlak dalam mempertimbangkan setiap kandidat.

“Tetapi pertimbangan 26 orang senat terpatahkan oleh yayasan, rasionalitas yang dibangun oleh teman-teman di senat universitas yang mereka itu adalah para pejabat struktural akademik exepocio di Unigal ini terpatahkan oleh pemikiran yang sempit, terpatahkan oleh pemahaman norma yang brutal yang sama sekali tidak normative dan tidak memahami folosofis. Artinya ada kemungkaran, ada tirani dan kesewang-wenangan. Komunitas kampus tidak bisa hanya berdiam diri dan kaum intelektual pun tidak bisa hanya berpangku tangan, jadi ini langkah awal perubahan,” jelasnya.

Menurut Yagus, ini langkah awal memulai perubahan yang harus terjadi di Unigal, seiring dengan 20 tahun peringatan reformasi 1998. Jika tidak ditentukan sekarang tidak akan pernah ada perubahan.

“Jika masyarakat kampus tidak bisa ojektif dalam persoalan ini, maka biarkanlah hukum yang akan begerak secara objektif,” tegasnya.

Kuasa Hukum Yagus dari Viva Justice Advocate & Conusellor at Law Bandung, Fadhil Muhammad, SH, MH mengatakan, dirinya akan memperjuangkan keadilan dan kepastian hukum.

“Disini ada kepentingan klien kami dan kepentingan masyarakat kampus. Insya Alloh gugatan akan segera layangkan ke pengadilan,” tegasnya.

Menurut Fadhil, pihaknya akan memperjuangkan hak kliennya yang hilang dan saat ini masih dalam tahap pengumpulan data, namun tidak akan lama dan segera mengajukan gugatan ke pengadilan.

Sementara Ketua YPG Ciamis, H. Otong Husni Taufik, S.IP, M.Si mengakui, pelantikan Rektor Unigal sudah sesuai aturan, dan yayasan sudah siap menanggung berbagai resiko yang muncul terhadap putusannya itu.

“Segala resikonya sudah terpikirkan, termasuk jika ada yang membawanya ke ranah hukum, silahkan,” tegasnya.

H. Otong menjelaskan, terkait hasil pertimbangan senat itu tidak mutlak langsung final, tapi masih ada tahapan lain yaitu pertimbangan yayasan. Pertimbangan yayasan yang menentukan siapa rektor terpilih yang segera dilantik. (cZ-01)*
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment



 
ciamiszone | terbit sejak Oktober 2009
Copyright © 2018. ciamiszone.com - All Rights Reserved
Wed Admin nurdanian
Thanks to Creating Website and CaraGampang.Com