Home » » Petani di Tiga Desa Alami Puso, Rugi Capai Ratusan Juta

Petani di Tiga Desa Alami Puso, Rugi Capai Ratusan Juta

Written By yun ciamis on 30 August 2018 | 11:12 AM

ciamiszone.com :

SINDANGKASIH,- Karena mengalami kekeringan, tanaman padi seluas 21 hektare di tiga desa di Kecamatan Sindangkasih gagal panen (puso), akibatnya petani setempat menderita kerugian mencapai Rp600 juta.

Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Sindangkasih, M Subarna mengakui, luas areal pesawahan di Kecamatan Sidangkasih mencapai 660 hektare, dari jumlah tersebut ada sebagian sawah yang mengalami puso, diantaranya terjadidi tiga desa, yaitu Desa Sukaraja, Budiharja dan Gunungcupu.

“Tercatat ada 21 hektare lahan sawah yang gagal panen, dengan kerugian dikatsir mencaai Rp600 juta. Dari 21 hektare tersebut seluas tujuh haktare diasuransikan,” kata Subarna, Kamis (30/8/2018).


Menurutnya, puso yang dialami karena keadaan pertanaman padi tidak menghasilkan akibat kerusakan pada organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang disebabkan oleh sistem pengairan yang tidak sesuai. Sata ini ada 50 hektare sawah tadah hujan.

Untuk mengatasi lahan yang berdampak pada kekeringan dimusim kemarau, pihaknya berharap ada sosulsi dari Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk menghadapi musim kemarau, diantaranya seperti menyiapkan pompanisasi bagi lahan yang masih punya potensi air.

Selain itu, Subarna juga mengimbau kepada petani untuk menanam palawija dimusim kemarau.

“Palawija dari segi keuntungan sangat bagus, dari pada memaksakan menanan padi, risiko gagal panennya tinggi, lebih masuk akal menanam palawija karena tanaman ini sangat cocok untuk cuaca kering," katanya.

Sementara salah seorang petani, warga Gunungcupu, Maesaroh terpaksa memilih memanen padinya lebih awal walaupun belum cukup umur. Pasalnya dia khawatir padinya mati akibat krisis air untuk mengaliri lahan sawahnya, walaupun hal itu akan mengurangi penurunan hasil panennya.

Menurutnya, akibat kekurangan air, banyak bulir padi yang kosong, selain itu juga bulir yang masih hijau, karena pertumbuhannya terganggu.

“Banyak gabah yang kosong, hampa dan banyak juga yang masih hijau.  Kalau tidak segera dipanen, tanaman bisa mati, kurang air,” katanya. (Andik ST)*
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment



 
ciamiszone | terbit sejak Oktober 2009
Copyright © 2018. ciamiszone.com - All Rights Reserved
Wed Admin nurdanian
Thanks to Creating Website and CaraGampang.Com