Breaking News

Macan Tutul Cikupa Dilepasliarkan ke Habitatnya

ciamiszone.com :

CIAMIS,­- Macan Tutul Jawa (Phantera Pardus Melas) yang terperangkap oleh warga Desa Cikupa Kawali, Jumat (28/9/2018) lalu, akhirnya dilepasliarkan ke habitatnya di kawasan Gunung Syawal dengan lokasi berbeda blok dari habitat penangkapan.

“Pelepasliaran akan dilakukan hari ini yang disaksikan oleh berbagai pihak mulai Mukai dari Kementerian Kehutanan sampai sejumlah aktivis foundation lingkungan dari Bogor dan Banyuwangi,” kata salah seorang Kader Konservasi Ciamis, Ilham Purwa kepada ciamiszone, Senin (1/10/2018).


Dijelaskannya, macan tutul Jawa berjenis kelamin jantan tersebut turun hingga ke area pemukiman warga, diduga terjadi persaingan antar individu dalam habitatnya. Macan tersebut sempat memangsa dua ekor anjing peliharaan dan akhirnya terjebak ke dalam sebuah kerangkeng besi yang dipasang warga.

“Kondisi hewan sebelum dievakuasi ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Ciamis sudah menjadi pusat perhatian warga, sehingga kondisi macan tampak lebih banyak diam diduga stres,” tegas aktivis lingkungan yang juga pengurus Karang Taruna Kab Ciamis itu.

Kepala Bidang KSDA Wilayah III, Imawan Sasongko mengakui, kawasan Desa Cikupa sudah diplot dijadikan site monitoring untuk patroli pegawasan potensi rawan komplik ganggungan macan tutul tersebut.

Dijelaskan, menurut kajian BKSDA pada 2016, menguatkan dugaan wilayah Desa Cikupa atau kawasan sekitar Gunung Sawal hingga hutan produksi merupakan jalur jelajah macan tutul. Jadi hampir dapat dipastikan kemunculan macan tutul di daerah tersebut berada dalam sekala peritas yang artinya selalu akan muncul.

“Sedangkan kaitan dengan persaingan antar individu macan tutul di habitatnya, pihak BKSDA akan melihat dari hasil cek medis oleh Tim Dokter Hewan secara medis kondisi fisik serta kesehatannya, apakah adanya bekas perkelahian atau tidak,” katanya.

Diakuinya, untuk pelepasliaran (trans lokasi satwa) tersebut, pihaknya menempuh prosedur, diantaranya cek medis dari dokter hewan, kajian lokasi kantong habitat satwa, apakah cukup layak menerima macan tutul yang sudah dievakuasi. (Andik ST)*

Post a Comment

0 Comments