Breaking News

Jelang Liga 2, Panpel PSGC Pelajari Tiket Barcode

ciamiszone.com :

SEMARANG,- Menghadapi putaran Liga 2 Indonesia, Tim Panpel PSGC mempelajari penerapan tiket berbarcode untuk mengantisipasi banyaknya penonton yang masuk tanpa tiket. Stadion Jatidiri Semarang sebagai markas PSIS pun menjadi bidikan studi banding Tim Panpel PSGC.

Pimpinan rombongan Tim Panpel PSGC, Andang Firman dari Semarang mengakui, dipilihnya Panpel PSIS Semarang karena sistem tiket berbarcode telah digunakan di pertandingan-pertandingan kandang PSIS sejak PSIS lolos ke divisi 2.

“Sejak lama kita ingin memaksimalkan pendapatan tiket dengan cara menerapkan tiket berbarcode agar ada transparansi berapa tiket yang terjual. Jangan sampai penonton terlihat banyak tapi pendapatan sedikit, kalau pakai barcode tidak akan ada lagi seperti itu,” kata Andang di Semarang, Sabtu (26/01/2019).

Dijelaskan Andang, PSIS Semarang menjadi pilihannya karena terkesan ketika pertandingan PSGC di Semarang beberapa waktu lalu dengan penerapan tiket sudah memakai barcode.

“Saat itu terasan sangat simple tapi mengena, dan ingin kita terapkan di Stadion Galuh, sehingga tidak ada lagi penonton yang lolos tanpa tiket, selama ini masih ada yang ajak nonton keluarganya, saudaranya dan justru mereka bangga jika bisa masuk stadion nonton PSGC tanpa tiket. Hal itu yang harus kita rubah, sehingga pada putaran Liga 2 nanti kita sudah menerapkan tiket barcode,” katanya.


Sementara Ketua Panpel PSIS Semarang, Pujianto mengatakan, untuk ntuk mengubah perilaku penonton yang masuk tanpa tiket, salah satunya ada kerjasama yang apik antara manajemen, panpel, suporter dan pemerintah, termasuk juga pers.

“Misalnya, Bupati membeli tiket bisa diekspose oleh media, sehingga masyarakat melihat dan mengetahui Bupatinya saja beli tiket, masa warganya tidak,” kata Pujianto.

Diakuinya, ada beberapa kelebihan Tiket Barcode, diantaranya tidak bisa dipalsu dan dijual online.

“Sebisa mungkin penonton datang sudah memiliki tiket untuk mengurangi resiko, tidak jual tiket di lapangan itu lebih aman,” tegasnya. (cZ-01)*

Post a Comment

0 Comments