Breaking News

Wartawan Ciamis Menjamur tapi Minim Kualitas

ciamiszone.com :

KERTASARI,- Menyinggung keberadaan wartawan di Ciamis, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kab. Ciamis, Deni “Udex” Hamdani mengakui, saat ini marak media cetak dan online pascamunculnya UU Pers, tidak dipungkiri secara kuantitas insan pers pun ikut menjamur di lapangan, namun hal itu tidak diimbangi dengan kualitas sebagai jurnalis, termasuk juga legalitas perusahaan medianya.

Menurut Udex, tidak mudah untuk menjadi seorang wartawan karena tidak cukup dengan wawasan luas tetapi juga harus menempuh berbagai pelatihan jurnalistik yang digelar oleh pihak-pihak berkompeten, tergantung organisasinya masing-masing yang didukung oleh Dewan Pers.

Dalam sambutan acara Hari Pers Nasional (HPN) 2019 tingkat Kab. Ciamis yang digelar di Halaman Kantor PWI Kab. Ciamis, Sabtu (09/02/2019) Udex menjelaskan, keprofesionalan seorang wartawan tetap saja harus mengikuti kehendak perusahaan persnya, karena tidak dipungkiri  keberadaan wartawan di lapangan tergantung pada perusahaan pers yang memang berbasis bisnis.   

“Jiika seorang wartawan sudah ditugaskan oleh perusahaannya melalui redakturnya di redaksi, itu harus dijalankan sesuai arahan redakturnya,” katanya seraya menegaskan, sebetulnya redaktur yang benar itu tidak ada yang menugaskan untuk mencari-cari kesalahan.

Udex juga mengakui, berdasarkan kenyataan di lapangan, masih banyak yang mengaku wartawan mendatangi sebuah proyek pembangunan infrastruktur kemudian memeriksa ketebalan besi, ketebalan adukan dan lain sebagainya.

“Yang seperti itu salah memilih profesi, seherusnya mereka jadi polisi, jaksa atau jadi ASN di inspektorat,” tegasnya.

Diakuinya, wartawan bekerja dengan nurani, harus sudah bisa memilih dan memilah mana yang layak jadi berita dan mana yang tidak, dengan tidak terlepas dari tabayun untuk menghindari hoax.

“Untuk meningkatkan kualitas wartawan, di PWI diberlakukan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang bekerjasama dengan Dewan Pers. UKW ini murni peningkatan kualitas tanpa ada imbalannya, tidak seperti sertifikasi guru yang sudah lulus uji kompetensi,” katanya.

Hal senada diungkapkan wakil Pengurus PWI Provinsi Jabar, H. Anjar Asmara, SH yang sengaja hadir meski harus bertolak ke Surabaya untuk mengikuti acara serupa tingkat nasional yang serentak digelar.

“Pengurus PWI Pusat dan Provinsi bertolak ke Surabaya untuk menghadiri HPN 2019 yang secara nasional dipusatkan di Surabaya, tetapi saya memilih menghadiri HPN di Ciamis,” katanya.

Menurut Anjar, tidak mudah untuk menjadi wartawan, apalagi tergabung dalam organisasi PWI, karena selain harus menempuh pelatihann dasar dan pelatihan lanjutan, sebelumnya juga harus tercatat menjadi calon anggota.

“Ini bisa menempuh waktu bertahun-tahun, minimal selama dua tahun baru bisa mengikuti pelatihan berjenjang, mulai dasar sampai lanjutan hingga bisa menjadi anggota biasa,” kata mantan Ketua PWI Kab. Camis itu yang juga memberikan sambutan dalam HPN yang bertemakan “Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital” yang dikemas dalam Munajat Pers. (cZ-01)*

Post a Comment

0 Comments