Breaking News

Al Hasan Deklarasikan Pemilu Damai Tanpa Hoax dan Tidak Golput

ciamiszone.com :

CIAMIS,- Sedikitnya 400 santri Pondok Pesantren Al Hasan Ciamis mendeklarasikan diri untuk Pemilu Damai dipimpin langsung Pengasuh Pontren Al Hasan, KH. Muhammad Syarif Hidayat yang membacakan deklarasi dan diucap ulang oleh ratusan santri di Aula Pontren setempat, di Jalan Jendral Ahmad Yani, Ciamis, Jumat (12/04/2019) malam.

KH. Muhammad Syarif Hidayat yang juga Ketua Forum Silaturahmi Pontren Kabupaten Ciamis sekaligus Ketua Forum Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (FKPPI) Provinsi Jabar itu dalam deklarasinya menegaskan, menolak dan melawan segala bentuk berita bohong atau hoax serta ujaran kebencian yang dapat menimbulkan permusuhan, baik berlatarbelakang suku, agama, ras maupun antar golongan.

Selain itu juga mengimbau agar dalam Pemilu 2019 tidak Golput tetapi menggunakan hak suara dengan penuh rasa tanggungjawab dan turut serta mendukung mewujudkan pelaksanaan Pemilu 2019 berjalan dengan aman dan damai.


“Tidak boleh Golput, kita datang ke TPS dan gunakan hak suara kita untuk mencoblos pada waktunya, jangan menghindar karena itu sangat berharga bagi NKRI,” tegasnya.

Dijelaskannya, Pemilu adalah hal yang biasa dilaksanakan lima tahun sekali sebagai agenda negara, sehingga santri dan masyarakat harus diberikan penjelasan dan pencerahan tentang perpolitikan.

“Semuanya harus mengetahui apa itu politik. Ketika santri atau masyarakat memahami apa yang dinamakan politik, pasti mereka akan melaksanakan pemilu dengan baik,” katanya.


Menurut KH Syarif, Deklarasi Pemilu Damai adalah sebuah keinginan masyarakat yang berharap Indonesia aman dan damai, karena dengan negara aman dan damai kita bisa menjalankan kehidupan sehari-hari dengan baik dan melaksanakan interaksi sosial dengan sesama manusia.
“Pemilu damai adalah hal yang penting dan harus diwujudkan oleh semua, bukan hanya kalangan pesantren tapi seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

Menyinggung Pilpres, Kiyai Syarif menilai, siapa pun pemenangnya yang menjadi presiden itu adalah pilihan masyarakat Indonesia.

“Yang namanya musabaqoh atau berlomba pasti ada yang menang dan ada yang kalah, itu sudah biasa. Tapi setelah keluar pemenang semua harus sepakat NKRI aman dan damai, kita harus menjaga diri masing-masing jangan sampai terjadi huru-hara karena jika siap menang harus siap kalah,” tegasnya seraya nenambahkan, siapa pun presiden terpilih nanti, dia bukan presiden partai koalisi atau pun presiden pendukung, tetapi Presiden RI. (cZ-01)*

Post a Comment

0 Comments