Breaking News

Perunggasan Masih Miliki Kerawanan Sangat Mendasar, MoU Ditandatangan

ciamiszone.com :
CIPAKU,- Dibalik keberhasilan sektor perunggasan yang dicapai dan potensi pengembanga tidakn di masa yang akan datang, ternyata di Ciamis masih memiliki kerawanan-yang sangat mendasar, diantaranya penyediaan DOC, efisiensi agribisnis dan penyediaan pakan ternak.

Demikian diungkapkan Bupati Ciamis, H Herdiat Sunarya saat peresmian Klaster Ayam Ras Petelur kerjasama Pemkab Ciamis dan Bank Indonesia yang ditnadai dengan pemukulan goong serta dilakukan penandatangan MoU di Desa Muktisari Kecamatan Cipaku, Selasa (18/06/2019).

Menurut Bupati, pembangunan peternakan di Kabupaten Ciamis memiliki peran sangat strategis dalam pengembangan ekonomi dan sumber mata pencaharian masyarakat yang mampu memberikan multiflier effect terhadap pembangunan sektor lain. Perkembangan cukup mengesankan dan telah mampu memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.


“Saya memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada sektor perunggasan khususnya ayam ras, karena hampir tidak ada komoditi pertanian yang mampu menyamai prestasi perunggasan ini,” katanya.

Namun potensi pengembangan dimasa yang akan datang masih memiliki kerawanan-kerawanan yang sifatnya sangat mendasar, seperti gejolak penyediaan DOC untuk kebutuhan para peternak domestik  masih berlangsung.

“Bersyukur saat ini di Ciamis telah ada breeding farm khusus untuk grand parent stock. Mudah-mudahan harga dan kebutuhan DOC yang sering menjadi gejolak dan merupakan salah satu penyebab tingginya biaya produksi akan dapat teratasi, dan breeding farm yang telah ada selain memproduksi DOC ayam ras pedaging juga diharapkan dapat memproduksi DOC ayam ras petelur, sehingga ketergantungan dari luar Ciamis dapat dikurangi,” jelasnya.


Kerawanan mendasar lainnya adalah efisiensi agribisnis perunggasan yang masih jauh dari harapan, sehingga menyebabkan ketidakmampuan bersaing dengan para pengusaha ayam ras besar yang sudah terintegrasi  di pasar.

“Perhatian khusus Bank Indonesia terhadap para peternak ayam pedaging dan petelur di Ciamis salah satunya dalam rangka peningkatan efisiensi budidaya melalui transfer teknologi, baik teknologi budidaya, perkandangan, maupun teknologi pakan,” kataya.

Sedangkan kerawanan ketiga, yaitu penyediaan pakan ternak yang murah dan terjamin masih jauh dari harapan. Ketergantungan teknis dan ekonomis bisnis ayam ras terhadap pakan sangat tinggi.

“Melalui kegiatan pengembangan klaster ayam ras petelur ini, diharapkan ada solusi terbaik yang saling menguntungkan semua pihak,” tegasnya.

Nota kesepakatan bersama yang ditandatangani Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya dan Kepala  Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Heru Saptaji itu sebagai landasan untuk melakukan kerjasama kegiatan sinergi sumber daya dalam rangka pengembangan ekonomi daerah di bidang pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan dan ketahanan pangan termasuk pengembangan ekonomi bidang agribisnis.

Disepakati juga untuk melakukan koordinasi dalam rangka menjaga kestabilan harga barang/bahan pangan pokok strategis dan jasa melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan melakukan peningkatan akses keuangan bagi masyarakat melalui lembaga keuangan dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Bidang lainnya yaitu terkait pengendalian inflasi sesuai dengan kebutuhan yang dipandang relevan.

Tujuannya untuk mengkoordinasikan dan mensinergikan pelaksanaan tugas dan kewenangan dalam rangka pengembangan ekonomi daerah Kabupaten Ciamis sesuai tugas dan wewenang masing-masing. (cZ-01)*

Post a Comment

0 Comments