Breaking News

Hampir Satu Tahun Dilepasliarkan, Si Abah Dipantau Terus

ciamiszone.com :


KERTASARI,- Seekor macan tutul tua yang sempat diamankan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan dilepasliarkan Oktoer 2018 sampai sata ini terus dipantau dengan Monitoring Video Trap CCTV di wilayah konservasi hutan Gunung Sawal.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang KSDA Wilayan III Ciamis, Himawan Sasongko, S Hut, MSc didampingi kader konservasi di Kabupaten Ciamis kepada wartawan di kantornya, Jumat (05/07/2019) seraya menjelaskan, macan tutul jantan yang usianya sudah mencapai 13 tahun itu diberi nama “Si Abah”.

Dijelaskannya, Si Abah dilepasliarkan di wilayah konservasi seluas 5.300 hektare yang dihuni oleh lima individu Macan Tutul Jawa. Dengan pantauan 18 unit monitoring video trap juga ada perkembangan lain yaitu ditemukannya dua individu lainnya yaitu macan kumbang dan macan tutul dewasa.


“Pengelolaan di wilayah hutan Gunung Sawal bisa berjalan dengan baik, kini populasinya bertambah dari 5 ekor sekarang menjadi 9 ekor,” tegasnya.  

Menurut Himawan, keterlibatan masyarakat yang mendukung pelestarian hutan Suaka Margasatwa Gunung Sawal juga diperlihatkan dengan keberadaan Forum Raksa Giri Sawala, termnasuk di kawasan hutan dibawahnya.

“Ketika Si Abah dilepasliarkan harus ada kegiatan monitoring, tidak hanya untuk Si Abah tapi juga untuk memotret populasi yang ada dan strukturnya. Ddari situ kita bisa melihat bahwa populasi di Gunung Sawal atau tidak untuk mengambil langkah berikutnya,” tambahnya.

Intinya, BKSDA akan terus memonitoring melalui patroli langsung dan menggunakan kamera yang dipasang di beberapa titik strategis di Gunung Sawal termasuk di perbatasan antara Gunung Sawal dengan hutan produksi ataupun di hutan rakyat.

“Tambahan popuasi terdeteksi ada yang ada macan kumbang, macan tutul remaja jantan dan betina. Jadi kami ingin menyampaikan kepada publik bahwa kami terus melaksanakan kegiatan monitoring,:” tegasnya.

Daiakuinya, saat ini muncul beberapa potensi ancaman terhadap populasi diantaranya ancaman yang utama yaitu dalam perburuan babi hutan, selain bawa senapan mereka juga membawa anjing dan memasang jebakan-jebakan satwa yang nantinya akan membahayakan mangsa ataupun satwa macan. (Nank/cZ-01)*

Post a Comment

0 Comments