Breaking News

Lestarikan Potensi Seni Budaya Daerah melalui Festival Coffee Rajadesa Art and Culture

ciamiszone.com :
RAJADESA,- Dalam rangka memperkenalkan seni budaya tradisional bermuatan local dan mengenalkan produksi kopi yang ada di Kabupaten Ciamis, khususnya Kopi Rajadesa, komunitas pecinta kopi Ciamis bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) dan Ikatan Jurnalis Televisi (IJTI) menggelar Festival Coffee Rajadesa Art and Culture Jilid 2 di Lapangan Gunung Gede, Desa Purwaraja Kecamatan Rajadesa, Jumat-Minggu (20-22/09/2019).
    
Ketua Panpel Festival Coffe Art and Culture 2, Eman Hermansyah mengatakan, yang melatarbelakangi festival kopi kedua setelah melihat adanya pegeseran adat dan budaya yang terkesan telah merubah wajah anak-anak negeri.

“Mereka memilih budaya asing untuk dibanggakan, masuknya budaya barat mendapatkan respon positif dari kalangan remaja tanpa adanya filter dan penyimbang dari budaya lokal, mengakibatkan para reamaja, pemuda dan sebagian besar masyarakat mengalami keracunan dalam memahami dan membedakan antara budaya milik asli Indonesia dengan budaya asing,” jelasnya.



Melihat kondisi dan fakta tersebut, menurut Eman, sudah sepantasnya memberikan perhatian lebih terhadap permasalahan tersebut, sehingga digelar Festival Coffee Rajadesa Art and Culture Jilid 2 yang khas dan berbasis masyarakat dengan maksud untuk melestarikan, mengembangkan dan memanfaatkan seni budaya daerah dan potensi kearifan lokal.

Ditunjang dengan sumber daya alam (SDA) Rajadesa yang memiliki perkebunan kopi dan tentunya sudah menghasilkan produk kopi, sudah sepantasnya dikalaborasi antara SDA Kopi Rajadesa dengan seni budaya tradisi dalam upaya memperkenalkan Kopi Rajadesa khususnya kepada pencinta kopi.  

Menurut Eman, intinya selain bertujuan untuk mengenalkan potesni kekayaan seni budaya lokal yang berbasis masyarakat, melestarikan dan menumbuhkan minat terhadap seni dan budaya lokal asli daerah, membangun kebersamaan dan kreativitas masyarakat yang berbasis seni budaya. Juga diperkenalkan kopi hasil petani di Rajadesa.


“Bukan hanya kopi Rajadesa yang kami tampilkan, kopi-kopi lainnya di Kabupaten Ciamis pun kami tampilkan di acara nanti. Bahkan acara pun akan diwarnai dengan ritual minum kopi dan tarian ritual kopi,” tegasnya.

Dijkelaskannya, selain menampilkan seni budaya local dan pameran kopi, digelar juga produk unggulan Rajadesa yang terkenal dengan kerajinan anyam-anyamannya.

“Pentas seni akan menapilkan seni budaya local seperti, ritual minum kopi dan tariannya, seni reog, tari konteporer, helaran mabokuy, jaipongan rampak dan teather,” tegasnya. (Nank/cZ-01)*

Post a Comment

0 Comments