Breaking News

Temu Karya Proses Pembelajaran Demokrasi

ciamiszone.com :
PANUMBANGAN,- Temu Karya adalah salah satu proses pembelajaran demokrasi dalam organisasi sosial Karang Taruna, sebagai organisasi sosial dibutuhkan sosok pemimin yang berjiwa sosial tinggi yang akan memimpin orang-orang pilihan dalam mengerjakan program sosial di wilayahnya masing-masing.

“Sosok pekerja sosial inilah yang dibutuhkan dan dipilih dalam Temu Karya, selanjutnya sosok terpilih setelah membentuk kepengurusan melalui tim formatur harus menggelar rapat kerja untuk mentukan program apa yang akan dilakukan selama kepengurusnnya,” kata Wakil Ketua 1 Karang Taruna Kabupaten Ciamis, Andy Ali Fikri saat memimpin Sidang Temu Karya Karang Taruna Kecamatan Panumbangan di Aula Kantor Kecamatan setempat, Rabu (04/09/2019).

Menurut Andy, proses Temu Karya sebagai musyawarah tertinggi dalam menentukan seorang pimpinan juga harus bisa dilaksanakan sesuai regulasi di tingkat desa.

“Tidak ada lagi penentuan seorang Ketua Karang Taruna ditunjuk oleh camat atau kepala desa, kita harus menempuh aturan sesuai regulasi yang ada dengan dasar Permensos 77 tahun 2010,” tegasnya.


Sebagai organisasi sosial, Karang Taruna adalah ujung tombak dan juga parameter keberhasilan pembangunan di sebuah daerah.

Dijelaskannya, dengan beranggotakan warga berusia 13 sampai 45 tahun, bisa terlihat bagaimana taraf hidup mereka, apa kegiatan pemudanya dan bagaimana kesejahteraannya.

Dengan kenyataan itu, sudah seharusnya pemangku kebijakan di tingkatannya baik camat atau kepala desa harus memperhatikan keberadaan Karang Taruna.

“Sebagai wadah para pemuda dan pamudi, Karang Taruna harus diberdayakan dengan berbagai programnya yang didukungan oleh pemerintahan setempat untuk ikut membantu memecahkan permasalahan sosial yang berujung terhadap peningkatan kesejehteraan masyarakat,” katanya.

Diakuinya, dari 27 kecamatan tinggal empat kecamatan yang belum  melakukan Temu Karya untuk membentuk kepengurusan masa bakti 2019-2023.

Sementara Ketua Karang Taruna Kecamatan Panumbangan terpilih, Raden Ihlas Radesa mengakui, dirinya akan melanjutkan program Karang Taruna sebelumnya untuk menggali potensi di 14 desa yang yang sampai saat ini belum teroptimalkan.

“Sebelumnya saya akan membentuk dan mebangkitkan kembali Karang Taruna desa yang belum ada atau yang fakum agar aktif kembali, nantinya setiap program Karang Taruna Desa didukung sepanjang untuk kemajuan desanya masing-masing,” kata Ihlas yang terpilih secara aklamasi untuk masa jabatan 2019-2024 dalam Temu Karya tersebut.

Menurutnya, banyak potensi di 14 Karang Taruna desa yang ada di Panumbangan, namun masih banyak potensi yang belum dioptimalkan.

Pihaknya juga bersama pengurus Karang Taruna Kecamatan akan membuat program yang sesuai dengan visi misi Pemkab Ciamis dan akan mensinergiskannya dengan program kecamatan dan desa.

“Kita akan mengawal dan mendukung apapun kegiatan dan program Karang Taruna desa yang sesuai dengan visi misi Pemkab sehingga potensi desa dapat dioptimalkan dan sektor perekonomian di masyarakat pun akan meningkat,” tegasnya. (Nank/cZ-01)*

Post a Comment

0 Comments