Breaking News

Amankan Seorang IRT, BNN Sita Sabu dan 1 Kg Ganja Siap Edar

ciamiszone.com :
CIAMIS,- Dalam upaya mencegah peredaran narkotika, BNNK Ciamis berhasil menangkap, EK (49) seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) warga Tasikmalaya yang diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu dan ganja siap diedarkan untuk wilayah Priangan.

EK ditangkap anggota BNNK Ciamis setelah sebelumnya dilakukan pemantauan dalam pergerakannya, sehingga sebelum transaksi terjadi EK diciduk di kawasan Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis berikut sejumlah barang bukti narkotika dan non narkotia sebagai pendukungnya, Selasa (19/11/2019).

Hal itu diungkapkan Kepala BNNK Ciamis, Engkos Kosidin dalam gelar press rilisnya di Kantor BNNK Ciamis, Rabu (20/11/2019) seraya mengakui, anggotanya bergerak setelah menerima informasi dari seseorang, akan adanya transaksi narkotika.

Setelah pengintaian, langsung mengamankan pelaku dan ditemukan barang bukti diduga jenis sabu dalam paket kecil seberat 0,8 gram. Saat itu diamankan juga sejumlah uang dan alat komunikasi berupa telepon genggam yang diduga digunakan dalam aksi peredaran narkotika itu.


Dijelaskan Engkos, setelah pihaknya mendalami dan menggali informasi dari tersangka, petugas bergerak melakukan penggeledahan di rumah tersangka. Hasilnya diperoleh barang bukti narkotika berupa jenis sabu bruto 21,28 gram yang terdiri dari  26 paket siap edar.

“Kami juga menyita barang bukti lainnya yaitu ganja kering berat bruto 926,75 gram yang terdiri dari satu paket dalam keadaan utuh terbungkus dalam kemasan bruto 855,36 gram, dan seberat 44,67 gram dalam paket bungkusan sedang lalu dalam bungkusan paket kecil seberat 26,72 gram. Diduga sebelumnya total berat mencapai 1 kg, namun mungkin terjadi penyusutan,” katanya.

Menurutnya, BNNK Ciamis juga mengamankan barang bukti non narkotika sebagai penunjang tersangka dalam mengedarkan barang haram tersebut, diantaranya timbangan digital tipe SF-400, mesin press (impulse sealer), plastik pembungkus klip sachet, sample sedotan untuk kemasan paket sabu, dua unit handphone, kartu ATM BCA atas nama tersangka dan juga KTP-nya.

Engkos menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pengembangkan kasus tersebut hingga terungkap asal usul barang haram itu berikut jaringannya, dan akan menangkap para pelakunya.

Atas perbuatannya, tersangka diancam dengan Pasal 111 ayat (1) jo Pasal 112 ayat (2) jo dan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomo 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman penjara selama 5-20 tahun. (cZ-01)**

Post a Comment

0 Comments