Breaking News

Bongkar Peredaran Sabu di Lapas, Polisi Bekuk Oknum ASN

ciamiszone.com :
MAPOLRES,- Jajaran Satuan Narkoba Polres Ciamis berhasil mengungkap penyalahgunaan peredaran sabu-sabu di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Ciamis, selain AFF seorang warga Bandung sebagai pemasok yang diduga jaringan Lapas itu, polisi juga mengamankan AG seorang ASN warga Sukadana Ciamis.

Kapolres Ciamis, AKBP Bismo Teguh Prakoso mengakui, penangkapan jaringan pemasok sabu di Lapas itu diawali adanya informasi akan terjadi transaksi barang haram di kawasan Lapas Ciamis.

“Saat kami pantau di lapangan, ternyata ada dua orang yang mencurigakan, akhirnya berbekal surat tugas petugas kami pun langsung membekuk mereka berdua di sebuah warung depan Lapas Ciamis, Jalan Ir. H. Juanda,” kata Kapolres dalam Konferensi Pers didampingi Kasat Narkoba, AKP Darli dan Kasubag Humas, Iptu Hj. Iis Yeni Idaningsih di Mapolres Ciamis, Kamis (07/11/2019).

Menurut Kapolres, dari kedua tersangka polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 13 paket sabu terdiri dari satu paket dalam plastik klip ukuran besar, satu paket dalam plastik klip ukuran kecil dan 11 paket dalam plastik klip ukuran sedang dengan berat total mencapai 51,78 gram atau senilai kisaran Rp90 juta.


Selain barang haram tersebut, diamankan juga uang cash pecahan seratus ribu dan lima puluh ribu dari saku celana tersangka AG senilai Rp30 juta dan beberapa unit handphone milik kedua tersangka.

Hasil pemeriksaan terhadap tersangka, diketahui sabu seberat 51,78 gram tersebut diduga merupakan pesanan dua narapidana yang ada di dalam Lapas, sementara peran ASN yang juga sipir Lapas itu sebagai perantara agar bisa lolos masuk Lapas dengan janji mendapat upah Rp3 juta. Namun tersangka AG membantah jika uang yang dijadikan barang bukti senilai Rp30 juta itu sebagai uang transaksi pembelian sabu.

Menurut Kapolres, pihaknya akan mengembangkan kasus “Sabu Jaringan Lapas” ini dan melakukan pemeriksaan terhadap dua narapidana yang terlibat, selanjutnya juga akan memburu pihak-pihak yang terlibat dalam kasus kini.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kedua tersangka diancam dengan Pasal 112 dan 114 Undang-undang No. 35 tentang Narkotika Tahun 2009 dengan ancaman hukuman 5 sampai 20 tahun penjara. (Nank/cZ-01)*

Post a Comment

0 Comments