Breaking News

Data Kendaraan, Dishub Berdayakan RT dan RW


ciamiszone.com :
CIAMIS,- Dalam program Saba Desa, Dinas Perhubungan (DIshub) Kabupaten Ciamis memberdayakan RT dan RW di desa dan kelurahan untuk melakukan pendataan jumlah kendaraan bermotor yang ada di lingkungannya masing-masing.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis, H. Endang Sutrisna didampingi Kabid Lalulintas, Achmad Yani mengatakan, data pasti kendaraan yang ada di Ciamis diperlukan untuk mengambil langkah Dishub kedepan, termasuk dampak jumlah kendaraan terhadap kondisi jalan-jalan yang ada di Ciamis, baik penerangan, rambu-rambu sampai ke sosialisasi program Dishub lainnya.

“Masyarakat harus tahu dan memahami program Dinas Perhubungan, baik tugas dan fungsinya, sehingga bisa sama-sama menjalankan program sesuai visi misi Bupati Ciamis,” katanya usai kegiatan Dishub Saba Desa, Sosialisasi Bidang Perhubungan di Wilayah Eks Kewedanaan se-Kabupaten Ciamis di Aula Dishub, Senin (25/11/2019).

Menurut Endang, tugas dan fungsi Dishub diantaranya membuat dan memelihara jalan agar aman, nyaman dan terang di malam hari, sesuai dengan progam Bupati yaitu “Ciamis Terang”.


Dijelaskannya, para pendata baik RT dan RW dibekali blangko untuk mendata seluruh kendaraan roda dua dan roda empat, termasuk siapa pemiliknya.

“Masalah apakah kendaraan tersebut pajaknya sudah dibayar atau tidak, bodong atau bukan, yang penting unit tersebut masih digunakan dan terdata nomor polisinya dan siapa penggunanya,” katanya.

Dalam sosialisasi tersebut pihaknya mengundang para kepala desa, Badan Pengawas Desa (BPD), Lembaga Pertahanan Masyarakat (LPM) dan  Karang Taruna desa yang merupakan satu-satunya organisasi kepemudaan di desa.

Diharapkan dengan program Dishub Saba Desa, masyarakat Tatar Galuh memahami apa tugas, fungsi dan kewenangan Dishub, sehingga keinginan masyarakat bisa direalisasikan, sesuai fungsinya.

“Misalkan masyarakat yang membutuhkan rambu jalan dan Penerangan Jalan Umum (PJU) untuk jalan di daerahnya bisa mengajukan kepada kami, nantinya kami akan mengecek langsung ke lapangan,” jelasnya.


Begitu juga ketika dibutuhkan petunjuk jalan atau pun rambu lainnya, pihak Dishub akan berkoordinasi dengan pihak desa setempat, karena merekalah yang mengetahui medan dan kondisi jalan tersebut, sehingga Dishub tahu apa yang harus disiapkan.

Menurutnya, untuk membuat jalur ekonomi yang baik harus ditunjang pula dengan berbagai fasilitas dan komponen pendukung lalu lintas diantaranya rambu-rambu penunjuk arah dan PJU.

“Dengan sosialisasi di bidang perhgubungan ini, diharapkan masyarakat memahami apa yang harus dilakukan dan disampaikan kepada Dishub, mulai dari kondisi jalan dan penunjangnya sampai ke titik-titik lokasi parkir yang berpotensi,” katanya.

Mereka yang punya potensi lokasi untuk parkir, diajak berpikir bersama, bagaimana agar pengelolaan parkir terkoordinir dengan baik dan mampu memberdayakan warga setempat dan menghaislkan PAD yang jelas.

“Karang Taruna ada dimana-mana, kenapa tidak kita berdayakan untuk ikut berperan, minimalnya jika mereka terlibat dalam perparkiran akan mengurangi tingkat pengangguran di desa,” katanya.

Sosialisasi dilakukan secara marathon ke setiap desa/kelurahan di lingkup eks kewadanaan, hari ini dilakukan kepada delapan kecamatan eks kewedanaan yang meliputi Kecamatan Sindangkasih, Cikoneng, Cimaragas, Ciamis, Cijeungjing, Sadananya, Baregbeg dan Kecamatan  Cidolog. (Nank/cZ-01)*

Post a Comment

0 Comments